<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<atom:link href="https://tasikmalayahitz.com/category/lifestyle/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<description>Info Tasikmalaya Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Oct 2026 13:07:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://tasikmalayahitz.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-Logo-Tasikmalaya-hitz-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan &#8211; TasikmalayaHitz</title>
	<link>https://tasikmalayahitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Guru BK Juga Perlu Merawat Diri, Kesehatan Mental Jadi Kunci Optimal Dampingi Siswa</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/pendidikan/guru-bk-juga-perlu-merawat-diri-kesehatan-mental-jadi-kunci-optimal-dampingi-siswa/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/pendidikan/guru-bk-juga-perlu-merawat-diri-kesehatan-mental-jadi-kunci-optimal-dampingi-siswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novita Noer Janah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 13:06:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Horison Tasikmalaya]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Pemuda Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ubsi tasikmalaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=7083</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya &#8211; Kesehatan mental guru Bimbingan dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya</strong> &#8211; Kesehatan mental guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan tugas mendampingi siswa. Di tengah tanggung jawab membantu menyelesaikan berbagai permasalahan peserta didik, guru BK juga perlu memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis dirinya sendiri.</p>
<p>Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam Seminar Pemuda Digital yang diselenggarakan UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya, di Hotel Horison, pada Kamis (15/10). Seminar menghadirkan Lina Dwi Puryanti sebagai Hypnotherapist, Educational Content Creator dan Founder Edukangel Leader.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa guru BK tidak hanya bertanggung jawab mendampingi siswa, tapi juga perlu menjaga kesejahteraan mentalnya agar dapat menjalankan peran secara optimal.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://tasikmalayahitz.com/pendidikan/mahasiswa-universitas-bsi-wujudkan-digitalisasi-layanan-pendidikan-melalui-hibah-aplikasi-berbasis-web-kepada-kcd-wilayah-xii-jawa-barat/">Mahasiswa Universitas BSI Wujudkan Digitalisasi Layanan Pendidikan Melalui Hibah Aplikasi Berbasis Web kepada KCD Wilayah XII Jawa Barat</a></p>
<p>“Guru BK itu juga manusia yang butuh untuk dirawat. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi?<br />
Guru BK berhak menjalani kehidupan yang tenang dan bermakna, meskipun memiliki tanggung jawab besar dalam membantu siswa menghadapi berbagai persoalan,” katanya.</p>
<p>Lanjutnya, kondisi mental yang lebih sehat, guru BK diharapkan dapat menjalankan tugas bimbingan dan konseling terhadap siswa secara lebih optimal. Kemampuan menjaga keseimbangan diri juga membantu guru memahami batasan dalam menjalankan peran profesionalnya.</p>
<p>“Guru BK yang tangguh itu bukan guru BK yang selalu kuat, tapi guru BK yang mampu menguatkan murid-muridnya tanpa mengabaikan diri sendiri,” tegasnya.</p>
<p>Selain menjaga kesehatan mental, guru BK juga didorong untuk mengikuti perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membantu proses edukasi, pemberian bimbingan, serta penyampaian informasi kepada siswa agar sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/gaya-hidup-praktis-ancam-kesehatan-gen-z-risiko-diabetes-hingga-gagal-ginjal-meningkat/">Gaya Hidup Praktis Ancam Kesehatan Gen Z, Risiko Diabetes hingga Gagal Ginjal Meningkat</a></p>
<p>Lina juga menekankan pentingnya kesiapan emosional guru BK sebelum mendampingi siswa dengan beragam permasalahan. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti tangki cinta yang perlu terisi agar guru dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada orang lain tanpa mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri.</p>
<p>“Guru BK itu perlu penuh dulu tangki cintanya. Guru BK itu mampu sehat mentalnya, sehingga dia bisa lebih optimal dalam menjalankan perannya,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui seminar tersebut, para tenaga pendidik diharapkan semakin menyadari bahwa merawat diri bukanlah bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab, melainkan bagian penting untuk menjaga kualitas pendampingan kepada siswa. Maka dari itu, guru BK dapat terus hadir bagi peserta didik sekaligus tetap peduli terhadap kesehatan mentalnya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/pendidikan/guru-bk-juga-perlu-merawat-diri-kesehatan-mental-jadi-kunci-optimal-dampingi-siswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Pangandaran Ungkap 47 Kasus HIV, Ditemukan dari Skrining Catin hingga Kelompok Berisiko</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/dinkes-pangandaran-ungkap-47-kasus-hiv-ditemukan-dari-skrining-catin-hingga-kelompok-berisiko/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/dinkes-pangandaran-ungkap-47-kasus-hiv-ditemukan-dari-skrining-catin-hingga-kelompok-berisiko/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 06:32:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6981</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Pangandaran &#8211; Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran mencatat 47...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Pangandaran </strong>&#8211; Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran mencatat 47 kasus Orang dengan HIV (ODHIV) yang telah terkonfirmasi hingga September 2026. Kasus tersebut ditemukan pada sejumlah kelompok masyarakat, termasuk calon pengantin, ibu hamil, hingga kelompok yang memiliki faktor risiko tertentu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mengutip dari Harapanrakyat.com, Rabu (7/10), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Endang Suhendi, mengatakan selain 47 kasus yang telah tercatat, terdapat enam temuan baru ODHIV yang sudah terdiagnosis tetapi datanya masih dalam proses pencatatan resmi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Endang, sebagian kelompok berisiko baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV ketika kondisi tubuh mulai mengalami penurunan stamina secara drastis. Namun, ada pula warga yang mengetahui kondisi tersebut melalui pemeriksaan kesehatan dalam program skrining calon pengantin atau Catin.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/rsud-pandega-pangandaran-ingatkan-ibu-hamil-waspadai-tekanan-darah-tinggi/">RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Ibu Hamil Waspadai Tekanan Darah Tinggi</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Dinkes Pangandaran bahkan menemukan pasangan calon suami istri yang sama-sama terdiagnosis HIV setelah menjalani pemeriksaan sebelum menikah. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan dan pendampingan medis secara berkala dari puskesmas.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Iya beberapa waktu lalu ada catin yang terdiagnosa HIV. Kedua-duanya, baik itu calon suami dan istrinya,” kata Endang saat ditemui di kantornya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pasangan tersebut selanjutnya diwajibkan menjalani pengobatan menggunakan obat Antiretroviral (ARV). Pengobatan dilakukan secara konsisten untuk membantu mengendalikan perkembangan virus di dalam tubuh.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Penggunaan obat itu diberikan secara konsisten seumur hidup demi mengontrol laju virus di dalam tubuh,” jelasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dari total 47 ODHIV yang terkonfirmasi, kasus tersebut berasal dari beberapa kelompok. Di antaranya tiga orang calon pengantin, tiga ibu hamil, tujuh orang dari kelompok LSL atau lelaki seks lelaki, serta satu orang LSL yang juga mengalami tuberculosis (TB).</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain itu, terdapat dua orang dari pasangan ODHIV, tiga orang pasangan yang masuk kategori berisiko tinggi, tiga pelanggan wanita pekerja seks (WPS), serta satu orang dengan riwayat infeksi menular seksual (IMS).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/pemkab-pangandaran-tingkatkan-insentif-kader-posyandu-pelayanan-kesehatan-desa-diperkuat/">Pemkab Pangandaran Tingkatkan Insentif Kader Posyandu, Pelayanan Kesehatan Desa Diperkuat</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Data tersebut juga mencatat delapan ODHIV yang disertai komplikasi TB. Selain itu terdapat satu penderita TB yang berprofesi sebagai WPS, 11 orang dari populasi umum, dan empat orang WPS.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk mendukung penanganan pasien, Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menyediakan fasilitas kesehatan yang memberikan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP). Layanan tersebut tersedia di sejumlah puskesmas, yakni Puskesmas Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, Parigi, Selasari, dan Cimerak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dinas Kesehatan Pangandaran juga melakukan pemeriksaan laboratorium HIV secara berkala setiap tiga bulan sekali, terutama kepada kelompok WPS yang masuk dalam kategori berisiko.</p>
<p>Selain pemeriksaan, edukasi dan pendampingan terus diberikan kepada kelompok berisiko. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai HIV sekaligus membantu menekan risiko penularan dan memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/dinkes-pangandaran-ungkap-47-kasus-hiv-ditemukan-dari-skrining-catin-hingga-kelompok-berisiko/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Suspek Campak Capai 75, Dinkes Banjar Perkuat Edukasi Imunisasi</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/kasus-suspek-campak-meningkat-dinkes-kota-banjar-dorong-kolaborasi-lintas-sektor/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/kasus-suspek-campak-meningkat-dinkes-kota-banjar-dorong-kolaborasi-lintas-sektor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 02:10:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Suspek Campak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6711</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Banjar &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, Jawa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Banjar </strong>&#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), khususnya campak. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan 75 kasus suspek campak yang mayoritas menyerang anak usia sekolah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mengutip dari Harapanrakyat.com, Rabu (16/9), Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Kota Banjar, Wiwik Nursanti, mengatakan lebih dari 60 persen penderita suspek campak yang ditemukan diketahui belum mendapatkan imunisasi sejak bayi.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Dari 75 suspek yang ditemukan, lebih dari 50 persen, sekitar 60-an persen lebih, memang tidak diimunisasi sejak bayi. Karena orang tuanya menolak,” kata Wiwik saat ditemui setelah kegiatan koordinasi, Senin (14/9/2026).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/status-tugas-belajar-dicabut-dokter-asn-banjar-kembali-bertugas-di-puskesmas/">Status Tugas Belajar Dicabut, Dokter ASN Kota Banjar Kembali Bertugas di Puskesmas</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Wiwik, kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Dinkes karena cakupan imunisasi yang rendah dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan data Dinkes Kota Banjar, akumulasi bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap maupun booster sejak 2021 berpotensi mencapai hampir 5.000 anak. Kelompok tersebut dinilai memiliki risiko lebih tinggi terpapar penyakit seperti campak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Wiwik menjelaskan, sebagian besar kasus suspek yang ditemukan menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada campak. Namun, tidak seluruh spesimen dapat diperiksa di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Bandung karena adanya keterbatasan anggaran.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Spesimen yang dikirim ke Labkes Bandung semuanya menunjukkan hasil positif. Mengingat gejala klinisnya yang sama, kemungkinan besar suspek lainnya juga positif campak,” terangnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain anak usia balita, Dinkes Kota Banjar juga menyoroti penolakan imunisasi dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang menyasar anak usia 7 hingga 14 tahun.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Wiwik, masih terdapat orang tua yang memilih tidak mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan imunisasi di sekolah. Salah satu caranya dengan tidak mengizinkan anak masuk sekolah ketika jadwal pemberian imunisasi berlangsung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Alasan penolakan tersebut beragam, mulai dari kekhawatiran terhadap efek samping setelah vaksinasi, seperti demam, hingga pertimbangan yang berkaitan dengan keyakinan pribadi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/mata-kelilipan-abu-vulkanik-sebaiknya-dibilas-dengan-air-mengalir/">Mata Kelilipan Abu Vulkanik, Sebaiknya Dibilas dengan Air Mengalir</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk mengantisipasi peningkatan kasus dan memperluas cakupan imunisasi, Dinkes Kota Banjar kemudian menggelar rapat koordinasi dan advokasi imunisasi dengan melibatkan sejumlah pihak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, kelurahan, pihak sekolah hingga Tim Penggerak PKK. Dinkes menilai keterlibatan lintas sektor diperlukan karena edukasi mengenai pentingnya imunisasi tidak hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Keberhasilan imunisasi tidak mungkin dicapai oleh tenaga kesehatan sendiri. Guru di sekolah, perangkat desa, hingga TP-PKK harus paham dan ikut terlibat aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tegas Wiwik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dinkes Kota Banjar juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada campak. Masyarakat yang menemukan anak dengan gejala suspek diharapkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain itu, dokter praktik mandiri maupun Puskesmas diminta segera melaporkan setiap temuan kasus suspek campak kepada pihak terkait. Pelaporan tersebut diperlukan agar petugas dapat melakukan tindak lanjut dan investigasi di lapangan.</p>
<p>Melalui penguatan imunisasi, deteksi dini, serta kerja sama antara sektor kesehatan, pendidikan, pemerintahan dan masyarakat, Dinkes Kota Banjar berupaya mencegah penyebaran campak sekaligus meningkatkan perlindungan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/kasus-suspek-campak-meningkat-dinkes-kota-banjar-dorong-kolaborasi-lintas-sektor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mata Kelilipan Abu Vulkanik, Sebaiknya Dibilas dengan Air Mengalir</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/mata-kelilipan-abu-vulkanik-sebaiknya-dibilas-dengan-air-mengalir/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/mata-kelilipan-abu-vulkanik-sebaiknya-dibilas-dengan-air-mengalir/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 02:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Abu Vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6707</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Jakarta &#8211; Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Jakarta </strong>&#8211; Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beterbangan dapat masuk ke mata dan menimbulkan rasa perih, mengganjal hingga membuat mata berair. Jika mengalami kondisi tersebut, mata disarankan segera dibilas menggunakan air mengalir, bukan sekadar dikedipkan atau direndam.</p>
<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="387" data-end="653">Mengutip dari detikcom, Kamis (10/9), dokter spesialis mata dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), MM dari Mayapada Eye Centre (MEC) menjelaskan, penggunaan air mengalir menjadi cara yang paling efektif untuk membantu mengeluarkan benda asing seperti abu dari mata.</p>
<p data-start="655" data-end="879">“Paling efektif ya dengan air mengalir. Karena kalau hanya dengan kedip-kedip kalau dia bendanya nempel, bisa jadi tidak lepas,” kata dr Rini saat berbincang dengan detikcom di MEC Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).</p>
<p data-start="655" data-end="879"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/cek-kesehatan-gratis-temukan-1-juta-kasus-jantung-warga-jabar-diminta-waspada/">Cek Kesehatan Gratis Temukan 1 Juta Kasus Jantung, Warga Jabar Diminta Waspada</a></strong></p>
<p data-start="881" data-end="1100">Menurutnya, aliran air dapat membantu membawa benda asing keluar dari permukaan mata. Dengan demikian, abu vulkanik yang masuk dan masih berada di mata memiliki peluang lebih besar untuk ikut terbawa bersama aliran air.</p>
<p data-start="1102" data-end="1263">“Kalau dengan air mengalir harapannya, dengan aliran air itu dia (benda asing) akan bergerak bersama alirannya misalnya kalau memang ada di dalamnya,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1265" data-end="1527">Meski demikian, kondisi mata perlu tetap diperhatikan setelah dibilas. Apabila mata masih terasa mengganjal, merah atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter mata diperlukan untuk memastikan tidak terjadi iritasi atau luka pada bagian mata.</p>
<p data-start="1529" data-end="1749">“Kalau ternyata udah terjadi iritasi, masih merah sampai sekarang (tak kunjung hilang), sensasi seperti ada benda asing di dalam mata seperti orang kelilipan walaupun bendanya sudah tidak ada, kami mesti lihat,” ujarnya.</p>
<p data-start="1529" data-end="1749"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/pemkab-pangandaran-tingkatkan-insentif-kader-posyandu-pelayanan-kesehatan-desa-diperkuat/">Pemkab Pangandaran Tingkatkan Insentif Kader Posyandu, Pelayanan Kesehatan Desa Diperkuat</a></strong></p>
<p data-start="1751" data-end="1950">Dr Rini menjelaskan, abu atau benda asing yang melekat pada kornea dapat menyebabkan proses peradangan. Kondisi tersebut tidak selalu dapat sembuh hanya dengan membilas mata menggunakan air mengalir.</p>
<p data-start="1952" data-end="2123">“Karena waktu benda itu melekat ke kornea, mungkin sudah ada proses peradangan di situ yang tidak akan sembuh dengan sendirinya hanya pakai air mengalir saja,” sambungnya.</p>
<p data-start="2125" data-end="2387">Jika pemeriksaan menunjukkan adanya iritasi maupun infeksi, dokter dapat memberikan obat tambahan sesuai kondisi pasien. Penggunaan obat seperti antibiotik atau obat untuk mengatasi peradangan sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan anjuran tenaga medis.</p>
<p data-start="2389" data-end="2687" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Karena itu, ketika mata kemasukan abu vulkanik, langkah awal yang dapat dilakukan adalah segera membilasnya dengan air mengalir dan menghindari kebiasaan menggosok mata. Jika keluhan menetap atau semakin parah, masyarakat disarankan segera memeriksakan kondisi mata ke rumah sakit atau klinik mata.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/mata-kelilipan-abu-vulkanik-sebaiknya-dibilas-dengan-air-mengalir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cek Kesehatan Gratis Temukan 1 Juta Kasus Jantung, Warga Jabar Diminta Waspada</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/cek-kesehatan-gratis-temukan-1-juta-kasus-jantung-warga-jabar-diminta-waspada/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/cek-kesehatan-gratis-temukan-1-juta-kasus-jantung-warga-jabar-diminta-waspada/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 02:23:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Kesehatan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6698</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Bandung &#8211; Program cek kesehatan gratis (CKG) menemukan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Bandung </strong>&#8211; Program cek kesehatan gratis (CKG) menemukan sekitar 1 juta kasus baru penyakit jantung hingga Juli 2026. Temuan tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung, termasuk bagi mereka yang merasa tidak memiliki keluhan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu dapat mengetahui kondisi tubuh hanya berdasarkan muncul atau tidaknya gejala.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Banyak yang merasa sehat, ternyata setelah diperiksa ada penyakit,” ujar Erwan saat menghadiri pengukuhan pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031 di aula Kantor Dinas Kesehatan Jabar, Sabtu (5/9/2026).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/rsud-ciamis-gelar-senam-dan-cek-kesehatan-gratis-disambut-ratusan-warga/">RSUD Ciamis Gelar Senam dan Cek Kesehatan Gratis, Disambut Ratusan Warga</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Mengutip dari Harapanrakyat.com, Selasa (8/9), Erwan menyebut sekitar 60 juta orang telah mengikuti program cek kesehatan gratis hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 1 juta kasus baru penyakit jantung berhasil terdeteksi.</p>
<p>Menurut Erwan, angka tersebut menjadi gambaran penting mengenai perlunya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pasalnya, sebagian masyarakat yang tidak merasakan gejala cenderung menganggap dirinya dalam kondisi sehat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Padahal, pemeriksaan dapat membantu menemukan risiko maupun penyakit sejak lebih awal. Dengan begitu, masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dapat segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemprov Jabar juga berencana memperkuat upaya pencegahan melalui kampanye mengenai kesadaran terhadap risiko penyakit jantung. Masyarakat akan didorong untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat dan tidak menunggu sampai muncul keluhan untuk memeriksakan kondisi kesehatan.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/gaya-hidup-praktis-ancam-kesehatan-gen-z-risiko-diabetes-hingga-gagal-ginjal-meningkat/">Gaya Hidup Praktis Ancam Kesehatan Gen Z, Risiko Diabetes hingga Gagal Ginjal Meningkat</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">“Kami siap terus mengkampanyekan sadar risiko penyakit jantung,” kata Erwan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam menjalankan edukasi tersebut, Pemprov Jabar akan menggandeng Yayasan Jantung Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas penyampaian informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung kepada masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.</p>
<p>Erwan menilai, membangun budaya hidup sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat menjalankan upaya pencegahan penyakit secara sendiri tanpa dukungan masyarakat maupun organisasi yang bergerak di bidang kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Perlu kolaborasi untuk membangun budaya hidup sehat,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pada kesempatan yang sama, Komar Hanifi resmi dikukuhkan sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan Yudhoyono.</p>
<p>Erwan berharap kepengurusan baru Yayasan Jantung Indonesia Jawa Barat dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung. Edukasi dan pemeriksaan dini diharapkan dapat membantu menekan risiko penyakit jantung sekaligus mendorong masyarakat menjalani pola hidup yang lebih sehat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/cek-kesehatan-gratis-temukan-1-juta-kasus-jantung-warga-jabar-diminta-waspada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IDAI Ingatkan Gejala Awal Penyakit Langka pada Anak, Gangguan Saraf Perlu Diwaspadai</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/idai-ingatkan-gejala-awal-penyakit-langka-pada-anak-gangguan-saraf-perlu-diwaspadai/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/idai-ingatkan-gejala-awal-penyakit-langka-pada-anak-gangguan-saraf-perlu-diwaspadai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 01:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Hati-Hati Red Flags]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah Saraf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6614</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Jakarta &#8211; Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Jakarta </strong>&#8211; Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua dan tenaga kesehatan untuk lebih waspada terhadap sejumlah tanda awal atau <em>red flags</em> penyakit langka yang dapat muncul sejak usia anak. Sebagian penyakit langka tersebut bahkan berpotensi menyebabkan gangguan pada saraf dan fungsi otot apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mengutip dari detikHealth, Kamis (27/8), sekitar 75 persen penyakit langka diketahui muncul pada masa anak-anak. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian kasus memiliki dampak serius terhadap kesehatan, bahkan sekitar 30 persen penderita penyakit langka dilaporkan meninggal sebelum mencapai usia lima tahun.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/gaya-hidup-praktis-ancam-kesehatan-gen-z-risiko-diabetes-hingga-gagal-ginjal-meningkat/">Gaya Hidup Praktis Ancam Kesehatan Gen Z, Risiko Diabetes hingga Gagal Ginjal Meningkat</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Ketua Pusat Penyakit Langka Indonesia, Prof Damayanti, mengatakan sebagian besar penyakit langka memiliki kaitan dengan faktor genetik. Kondisi tersebut membuat risiko penyakit tidak hanya berdampak pada satu individu, tetapi juga berpotensi diturunkan kepada generasi berikutnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Hanya 12 persen yang memiliki terapi modifikasi penyakit yang efektif, atau dapat diobati,” kata Prof Damayanti dalam Temu Media, Kamis (27/8).</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu penyakit langka yang mendapat perhatian adalah <em>spinal muscular atrophy</em> atau SMA. Penyakit ini berkaitan dengan kerusakan dan degenerasi neuron motorik alfa pada sumsum tulang belakang yang berfungsi mengatur pergerakan otot.</p>
<p class="isSelectedEnd">Gangguan tersebut dapat menyebabkan kelemahan otot yang semakin memburuk, terutama pada bagian tubuh tertentu. Pada kondisi yang lebih berat, penderita bahkan dapat mengalami kelumpuhan hingga gangguan pernapasan.</p>
<p class="isSelectedEnd">SMA tipe 1 menjadi salah satu bentuk penyakit yang paling berat karena dapat muncul sejak bayi berusia nol hingga enam bulan. Anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan, kesulitan bergerak, hingga komplikasi pernapasan yang serius.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, hasil pemeriksaan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kasus yang ditemukan tidak hanya didominasi oleh tipe paling berat tersebut.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/jangan-abaikan-nyeri-pinggang-menjalar-ke-kaki-bisa-jadi-tanda-saraf-terjepit/">Jangan Abaikan Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki, Bisa Jadi Tanda Saraf Terjepit</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Ketua Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Klinis FK-KMK UGM, dr Dian Kesumapramudya Nurputra, MSc, PhD, menyebut dari 554 pemeriksaan yang dilakukan selama delapan tahun terakhir, sebanyak 354 kasus terkonfirmasi positif.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mayoritas pasien yang terdiagnosis diketahui berusia di atas dua tahun dengan SMA tipe 2 atau tingkat keparahan sedang. Pada kondisi ini, anak masih memiliki kemampuan untuk duduk, tetapi mulai mengalami kesulitan berdiri maupun berjalan secara mandiri.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan hasil studi tersebut, jumlah laporan kasus terbanyak ditemukan di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Menurut dr Dian, tingginya temuan di sejumlah wilayah tersebut dapat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala penyakit langka serta kemudahan akses pemeriksaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain itu, proses pengiriman sampel dari daerah juga menjadi salah satu kendala dalam upaya diagnosis penyakit langka. Wilayah dengan akses logistik yang lebih sulit berpotensi menghadapi hambatan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p class="isSelectedEnd">SMA tipe 3 biasanya mulai terlihat ketika anak telah berusia lebih dari 18 bulan. Meski tingkat gangguan saraf pada tipe ini relatif lebih ringan dibandingkan tipe sebelumnya, penderita tetap membutuhkan penanganan karena kemampuan bergerak dapat terus menurun seiring waktu.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/peneliti-ungkap-durasi-tidur-ideal-tak-selalu-harus-8-jam/">Peneliti Ungkap Durasi Tidur Ideal Tak Selalu Harus 8 Jam</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, SMA tipe 4 dapat muncul saat seseorang telah memasuki usia dewasa. Gejala pada tipe ini umumnya lebih ringan dan dapat baru terlihat ketika penderita berusia sekitar 30 tahun.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perbedaan waktu munculnya gejala tersebut berkaitan dengan kondisi genetik, termasuk jumlah salinan gen SMN2. Pada penderita SMA, gen SMN1 mengalami kerusakan atau kehilangan fungsi sehingga produksi protein SMN yang dibutuhkan tubuh menjadi berkurang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tubuh kemudian mengandalkan gen SMN2 sebagai cadangan, meski kemampuannya dalam menghasilkan protein SMN tidak seefektif SMN1. Semakin banyak salinan SMN2, produksi protein yang dibutuhkan tubuh dapat bertahan lebih lama sehingga gejala penyakit berpotensi muncul pada usia yang lebih dewasa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Meski demikian, jumlah salinan gen tersebut bukan menjadi satu-satunya faktor yang menentukan kapan gejala SMA mulai muncul.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dr Dian menegaskan bahwa SMA bukan penyakit yang disebabkan oleh pola makan atau gaya hidup. Kelainan genetik penyebab penyakit tersebut telah ada sejak lahir, meskipun gejalanya dapat baru terlihat setelah kemampuan tubuh dalam memenuhi kebutuhan protein SMN mulai berkurang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tidak ada makanan maupun suplemen yang dapat menggantikan protein SMN yang produksinya terganggu akibat kelainan genetik. Kendati demikian, pola hidup sehat tetap diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh dan membantu mempertahankan fungsi otot penderita.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, orangtua perlu memperhatikan perubahan kemampuan gerak dan perkembangan anak, terutama jika anak mengalami kelemahan otot yang terus memburuk, kesulitan berdiri atau berjalan, serta perkembangan motorik yang tidak sesuai dengan tahapan usianya.</p>
<p>Deteksi dan pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami anak. Dengan diagnosis yang lebih cepat, pasien dapat memperoleh pemantauan dan penanganan medis yang sesuai dengan kondisi penyakitnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/idai-ingatkan-gejala-awal-penyakit-langka-pada-anak-gangguan-saraf-perlu-diwaspadai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti Ungkap Durasi Tidur Ideal Tak Selalu Harus 8 Jam</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/peneliti-ungkap-durasi-tidur-ideal-tak-selalu-harus-8-jam/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/peneliti-ungkap-durasi-tidur-ideal-tak-selalu-harus-8-jam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 02:42:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Durasi Tidur Ideal]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6608</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Jakarta &#8211; Anggapan bahwa setiap orang dewasa harus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Jakarta </strong>&#8211; Anggapan bahwa setiap orang dewasa harus tidur selama delapan jam setiap malam agar tetap sehat ternyata tidak selalu berlaku bagi semua orang. Sejumlah penelitian menunjukkan kebutuhan tidur dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi tubuh, lingkungan, usia, hingga kebutuhan masing-masing individu.</p>
<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="396" data-end="639">Mengutip dari detikHealth, Kamis (27/8), ulasan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Brain Medicine pada Agustus 2026 mempertanyakan anggapan bahwa pola tidur selama delapan jam tanpa terputus merupakan standar yang berlaku untuk semua orang.</p>
<p data-start="641" data-end="877">Para peneliti menilai pola tidur manusia sejak dahulu menunjukkan tingkat fleksibilitas yang cukup besar. Kebiasaan tidur masyarakat sebelum era industri juga diketahui tidak selalu mengikuti pola tidur modern yang teratur setiap malam.</p>
<p data-start="641" data-end="877"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/ampuh-atasi-overthinking-ini-7-gerakan-yoga-sederhana-agar-tidur-lebih-nyenyak/">Ampuh Atasi Overthinking, Ini 7 Gerakan Yoga Sederhana agar Tidur Lebih Nyenyak</a></strong></p>
<p data-start="879" data-end="1118">“Pola tidur manusia di masyarakat praindustri menunjukkan fleksibilitas yang substansial, yang menunjukkan bahwa norma-norma kontemporer tentang tidur malam yang teratur bukanlah sesuatu yang tetap secara evolusioner,” tulis para peneliti.</p>
<p data-start="1120" data-end="1427">Dalam kajiannya, peneliti turut mempelajari pola tidur sejumlah komunitas pemburu-pengumpul untuk memahami kebiasaan tidur manusia secara lebih alami. Studi yang dikutip dari jurnal Current Biology menunjukkan masyarakat di Tanzania dan Bolivia memiliki durasi tidur sekitar 5,7 hingga 7,1 jam setiap malam.</p>
<p data-start="1429" data-end="1603">Durasi tidur tersebut tidak sepenuhnya dapat dikaitkan dengan gangguan kehidupan modern seperti paparan media sosial, kebisingan lalu lintas, maupun penggunaan cahaya buatan.</p>
<p data-start="1605" data-end="1955">Lama tidur masyarakat praindustri juga diketahui bervariasi karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti lokasi tempat tinggal, musim, lingkungan, serta metode yang digunakan untuk mengukur waktu tidur. Sebuah analisis yang diterbitkan pada Februari 2025 bahkan memperkirakan rata-rata durasi tidur masyarakat tersebut berada di angka sekitar 6,4 jam.</p>
<p data-start="1957" data-end="2181">Perubahan besar dalam pola tidur manusia kemudian terjadi seiring perkembangan industrialisasi, urbanisasi, serta penggunaan listrik. Kehadiran cahaya buatan membuat batas alami antara waktu terang dan gelap semakin berubah.</p>
<p data-start="1957" data-end="2181"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/jangan-sering-jilat-bibir-petroleum-jelly-bisa-bantu-atasi-bibir-kering-dan-pecah-pecah/">Jangan Sering Jilat Bibir, Petroleum Jelly Bisa Bantu Atasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah</a></strong></p>
<p data-start="2183" data-end="2400">Di era modern, aktivitas hingga malam hari serta paparan cahaya buatan dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Kondisi tersebut apabila berlangsung secara terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.</p>
<p data-start="2402" data-end="2638">Meski demikian, bukan berarti tidur dalam durasi yang terlalu singkat merupakan pilihan terbaik. Sejumlah penelitian besar menunjukkan bahwa tidur sekitar delapan jam masih berkaitan dengan kondisi kesehatan yang baik bagi banyak orang.</p>
<p data-start="2640" data-end="2956">Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Mei 2026 juga meneliti hubungan antara durasi tidur dengan proses penuaan pada berbagai organ tubuh. Melalui pemindaian otak dan tubuh serta pengukuran molekuler, penelitian tersebut memperkirakan kebutuhan tidur ideal berada pada kisaran 6,4 hingga 7,8 jam.</p>
<p data-start="2958" data-end="3136">Durasi tersebut dapat berbeda-beda tergantung jenis kelamin dan organ yang menjadi fokus pengamatan. Artinya, kebutuhan tidur setiap individu tidak dapat disamakan secara mutlak.</p>
<p data-start="3138" data-end="3408">Sementara itu, Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa berusia 26 hingga 64 tahun untuk tidur sekitar tujuh sampai sembilan jam setiap hari. Meski demikian, beberapa orang dapat membutuhkan waktu tidur yang lebih pendek atau lebih panjang sesuai kondisi tubuhnya.</p>
<p data-start="3410" data-end="3628" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan demikian, delapan jam tidur bukanlah aturan mutlak yang harus dipenuhi oleh semua orang. Hal yang lebih penting adalah menjaga pola tidur yang cukup, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/peneliti-ungkap-durasi-tidur-ideal-tak-selalu-harus-8-jam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Sering Jilat Bibir, Petroleum Jelly Bisa Bantu Atasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/jangan-sering-jilat-bibir-petroleum-jelly-bisa-bantu-atasi-bibir-kering-dan-pecah-pecah/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/jangan-sering-jilat-bibir-petroleum-jelly-bisa-bantu-atasi-bibir-kering-dan-pecah-pecah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 02:28:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mengatasi Bibir Pecah Pecah]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6582</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Jakarta &#8211; Bibir kering dan pecah-pecah sering dianggap...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Jakarta </strong>&#8211; Bibir kering dan pecah-pecah sering dianggap sebagai masalah ringan yang cukup diatasi dengan menggunakan pelembap bibir. Padahal, kondisi bibir membutuhkan perhatian khusus karena bagian ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kulit pada umumnya.</p>
<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a321651-391c-83ec-8101-a62dd90a9f0a-0" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a321651-391c-83ec-8101-a62dd90a9f0a-0" data-turn-id-container="request-6a321651-391c-83ec-8101-a62dd90a9f0a-0" data-testid="conversation-turn-22" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="f03cb366-0605-4024-b21f-6ee48035b34e" data-message-model-slug="gpt-5-6" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="382" data-end="658">Mengutip dari detikHealth, Rabu (26/8), bibir merupakan bagian dari jaringan lunak rongga mulut yang terus bergerak saat seseorang berbicara, makan, maupun tersenyum. Aktivitas tersebut membuat bibir lebih mudah mengalami retakan kecil ketika kondisinya kekurangan kelembapan.</p>
<p data-start="660" data-end="949">Jika tidak ditangani dengan tepat, bibir yang terus-menerus kering dapat mengalami peradangan atau cheilitis. Kondisi tersebut juga dapat muncul di sudut mulut atau dikenal sebagai angular cheilitis, yang biasanya ditandai dengan kemerahan, rasa perih, serta retakan di bagian ujung bibir.</p>
<p data-start="660" data-end="949"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/ampuh-atasi-overthinking-ini-7-gerakan-yoga-sederhana-agar-tidur-lebih-nyenyak/">Ampuh Atasi Overthinking, Ini 7 Gerakan Yoga Sederhana agar Tidur Lebih Nyenyak</a></strong></p>
<p data-start="951" data-end="1276">Secara umum, pelembap bibir bekerja melalui tiga mekanisme, yaitu oklusif, humektan, dan emolien. Bahan oklusif bekerja dengan membentuk lapisan pelindung untuk mengurangi penguapan air, humektan membantu menarik air ke permukaan, sedangkan emolien membantu menghaluskan permukaan bibir dengan mengisi celah kecil pada kulit.</p>
<p data-start="1278" data-end="1534">Petroleum jelly menjadi salah satu bahan yang dikenal memiliki kemampuan baik dalam mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit. Bahan tersebut bekerja dengan membentuk lapisan pelindung sehingga kelembapan yang sudah ada pada bibir tidak mudah menguap.</p>
<p data-start="1536" data-end="1736">Namun, petroleum jelly tidak menambahkan kelembapan baru pada bibir. Karena itu, penggunaannya dinilai lebih efektif ketika bibir masih dalam keadaan sedikit lembap, misalnya setelah minum atau mandi.</p>
<p data-start="1738" data-end="1969">Selain digunakan sebagai bahan perawatan bibir, petroleum jelly juga dikenal dalam praktik kedokteran gigi. Bahan tersebut dapat digunakan untuk membantu melindungi dan melumasi area sekitar mulut saat prosedur perawatan dilakukan.</p>
<p data-start="1971" data-end="2189">Kondisi bibir kering juga dapat berkaitan dengan masalah mulut kering atau xerostomia. Dalam beberapa kondisi, penggunaan pelembap khusus pada area mulut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang dialami pasien.</p>
<p data-start="1971" data-end="2189"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/gaya-hidup-praktis-ancam-kesehatan-gen-z-risiko-diabetes-hingga-gagal-ginjal-meningkat/">Gaya Hidup Praktis Ancam Kesehatan Gen Z, Risiko Diabetes hingga Gagal Ginjal Meningkat</a></strong></p>
<p data-start="2191" data-end="2474">Pada kasus sudut bibir yang pecah-pecah, salep berbahan petroleum jelly juga dapat digunakan sebagai salah satu langkah awal untuk melindungi kulit dari iritasi. Retakan pada sudut bibir dapat terjadi akibat paparan air liur secara terus-menerus yang membuat kulit mengalami iritasi.</p>
<p data-start="2476" data-end="2741">Meski demikian, penggunaan pelembap bibir perlu diimbangi dengan menghentikan kebiasaan menjilat bibir. Kebiasaan tersebut justru dapat memperparah masalah karena air liur yang terus-menerus mengenai permukaan bibir dapat membuat kelembapan alami semakin berkurang.</p>
<p data-start="2743" data-end="2959">Penggunaan pelembap secara berlebihan tanpa menghentikan kebiasaan menjilat bibir juga berpotensi membuat area sekitar bibir terlalu lembap. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi tertentu.</p>
<p data-start="2961" data-end="3255" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Karena itu, pelembap bibir sebaiknya digunakan sebagai lapisan pelindung, bukan sebagai alasan untuk terus menjilat bibir. Menghentikan kebiasaan tersebut, menjaga kecukupan cairan, serta menggunakan pelembap yang sesuai dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga bibir tetap sehat.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden has-[&gt;_:empty]:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1" data-conversation-screenshot-content="">
<div></div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
<div class="pointer-events-none -mt-px h-px translate-y-(--scroll-root-safe-area-inset-bottom)" aria-hidden="true"></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/jangan-sering-jilat-bibir-petroleum-jelly-bisa-bantu-atasi-bibir-kering-dan-pecah-pecah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CKG Kota Banjar Ungkap Masalah Gigi hingga Risiko Kanker Paru</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/ckg-kota-banjar-ungkap-masalah-gigi-hingga-risiko-kanker-paru/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/ckg-kota-banjar-ungkap-masalah-gigi-hingga-risiko-kanker-paru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 03:49:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[CKG]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Gigi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6532</guid>

					<description><![CDATA[Tasikmalayahitz.com, Banjar &#8211; Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tasikmalayahitz.com, Banjar &#8211; </strong>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Banjar, Jawa Barat, telah menjangkau hampir separuh jumlah penduduk. Hasil pemeriksaan sementara mengungkap sejumlah persoalan kesehatan yang cukup dominan, mulai dari masalah kesehatan gigi, dislipidemia, hingga risiko kanker paru.</p>
<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a321651-391c-83ec-8101-a62dd90a9f0a-1" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a321651-391c-83ec-8101-a62dd90a9f0a-1" data-turn-id-container="request-6a321651-391c-83ec-8101-a62dd90a9f0a-1" data-testid="conversation-turn-14" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content="">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="63a6eed6-ba94-4e6c-85e5-42dbba6680ba" data-message-model-slug="gpt-5-6" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="fbskMG_root markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="374" data-end="596">Mengutip dari Harapanrakyat.com, Senin (24/8), program CKG di Kota Banjar hingga 14 Agustus 2026 telah mencatat sebanyak 96.554 pendaftar. Sementara itu, jumlah warga yang telah mengikuti pemeriksaan mencapai 94.683 orang.</p>
<p data-start="598" data-end="704">Jumlah tersebut mencapai sekitar 44,25 persen dari total penduduk Kota Banjar yang berjumlah 213.958 jiwa.</p>
<p data-start="706" data-end="909">Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjar, Rusyono, mengatakan hasil pemeriksaan CKG menunjukkan beberapa persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian masyarakat.</p>
<p data-start="706" data-end="909"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/rsud-ciamis-gelar-senam-dan-cek-kesehatan-gratis-disambut-ratusan-warga/">RSUD Ciamis Gelar Senam dan Cek Kesehatan Gratis, Disambut Ratusan Warga</a></strong></p>
<p data-start="911" data-end="1067">“Berdasarkan data persentase CKG mencapai 44,25 persen atau telah menyasar 94.683 orang,” kata Rusyono seperti mengutip dari Harapanrakyat.com, Rabu (19/8).</p>
<p data-start="1069" data-end="1299">Berdasarkan hasil pemeriksaan, masalah gigi menjadi salah satu temuan yang paling banyak ditemukan. Selain itu, dislipidemia atau kondisi kadar lemak dalam darah yang tidak normal juga menjadi salah satu masalah kesehatan dominan.</p>
<p data-start="1301" data-end="1451">Data CKG juga mencatat warga dengan risiko sedang kanker paru mencapai 69,82 persen. Kemudian risiko sedang kanker usus tercatat sebesar 50,49 persen.</p>
<p data-start="1453" data-end="1671">Permasalahan karies atau gigi berlubang juga cukup banyak ditemukan. Pada kelompok anak usia sekolah dan remaja, angkanya mencapai 50,03 persen. Sementara pada kelompok orang dewasa, angka karies mencapai 47,67 persen.</p>
<p data-start="1453" data-end="1671"><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/jangan-abaikan-nyeri-pinggang-menjalar-ke-kaki-bisa-jadi-tanda-saraf-terjepit/">Jangan Abaikan Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki, Bisa Jadi Tanda Saraf Terjepit</a></strong></p>
<p data-start="1673" data-end="1849">Selain itu, hasil pemeriksaan juga menemukan risiko malnutrisi pada lansia sebesar 37,93 persen, risiko penyakit jantung 24,05 persen, serta prehipertensi sebesar 20,12 persen.</p>
<p data-start="1851" data-end="2071">“Jadi paling dominan itu permasalahan gigi dan dislipidemia atau kadar lemak di berada pada batas normal. Untuk hipertensi presentasenya tidak begitu banyak,” ujarnya seperti mengutip dari Harapanrakyat.com, Rabu (19/8).</p>
<p data-start="2073" data-end="2264">Rusyono menjelaskan, setiap peserta yang telah mengikuti CKG akan memperoleh hasil pemeriksaan atau laporan kondisi kesehatan yang dapat digunakan untuk mengetahui risiko penyakit sejak dini.</p>
<p data-start="2266" data-end="2547">Program CKG tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Warga yang memiliki hasil pemeriksaan dengan risiko tertentu akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.</p>
<p data-start="2549" data-end="2796">“Bagi yang sudah pernah periksa itu kan ada namanya raport hasil tes. Nah, bagi yang perlu penanganan lebih lanjut dan pengobatan tentu kami sarankan pemeriksaan lanjutan di Faskes,” pungkasnya seperti mengutip dari Harapanrakyat.com, Rabu (19/8).</p>
<p data-start="2798" data-end="3059" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi sejak dini dinilai penting agar risiko penyakit dapat diketahui lebih cepat dan memperoleh penanganan yang sesuai di fasilitas kesehatan.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden has-[&gt;_:empty]:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1" data-conversation-screenshot-content="">
<div></div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
<div class="pointer-events-none -mt-px h-px translate-y-(--scroll-root-safe-area-inset-bottom)" aria-hidden="true"></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/ckg-kota-banjar-ungkap-masalah-gigi-hingga-risiko-kanker-paru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Ibu Hamil Waspadai Tekanan Darah Tinggi</title>
		<link>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/rsud-pandega-pangandaran-ingatkan-ibu-hamil-waspadai-tekanan-darah-tinggi/</link>
					<comments>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/rsud-pandega-pangandaran-ingatkan-ibu-hamil-waspadai-tekanan-darah-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ineu Novianti Agustina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 09:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[NGOBATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Pandega Pangandaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tasikmalayahitz.com/?p=6252</guid>

					<description><![CDATA[TasikmalayaHitz.com, Pangandaran &#8211; RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat, khususnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TasikmalayaHitz.com, Pangandaran </strong>&#8211; RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga, meningkatkan kewaspadaan terhadap hipertensi selama kehamilan. Edukasi tersebut disampaikan melalui program NGOBATAN dengan tema “Waspada Hipertensi dalam Kehamilan: Deteksi Dini Demi Bayi dan Ibu Selamat.”</p>
<p class="isSelectedEnd">Kegiatan edukasi kesehatan tersebut digelar di RSUD Pandega Pangandaran pada Sabtu (1/8/2026), dengan menghadirkan Mila Amelia Rahmah selaku nutrisionis RSUD Pandega sebagai narasumber. Program ini menjadi salah satu upaya rumah sakit dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya hipertensi pada masa kehamilan sekaligus pentingnya deteksi dini.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mengutip dari HarapanRakyat.com, Jumat (14/8), Mila menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi yang muncul selama kehamilan tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius apabila tidak dipantau dan ditangani dengan tepat.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/apoteker-rsud-pandega-pangandaran-ingatkan-bahaya-konsumsi-obat-tanpa-resep/">Apoteker RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Resep</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Hipertensi dalam kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan kelahiran prematur serta mengganggu pertumbuhan janin.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin. Melalui pemeriksaan yang terjadwal, perubahan tekanan darah maupun gangguan kesehatan lainnya dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa segera diberikan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mila juga mengingatkan ibu hamil untuk menjaga pola hidup sehat selama masa kehamilan. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperhatikan asupan garam sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain menerapkan pola hidup sehat, ibu hamil juga perlu mengenali sejumlah tanda yang dapat mengarah pada kondisi hipertensi kehamilan. Gejala yang perlu diperhatikan di antaranya sakit kepala berat yang tidak kunjung membaik, gangguan penglihatan atau pandangan kabur, serta pembengkakan pada wajah dan tangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Lonjakan tekanan darah yang cukup tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan juga menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan. Apabila mengalami satu atau beberapa keluhan tersebut, ibu hamil dianjurkan segera berkonsultasi dan mendapatkan pemeriksaan medis.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/pemkab-pangandaran-tingkatkan-insentif-kader-posyandu-pelayanan-kesehatan-desa-diperkuat/">Pemkab Pangandaran Tingkatkan Insentif Kader Posyandu, Pelayanan Kesehatan Desa Diperkuat</a></strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Melalui program NGOBATAN, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran masyarakat mengenai hipertensi dalam kehamilan semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong ibu hamil lebih aktif melakukan pemeriksaan sehingga risiko komplikasi dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.</p>
<p>RSUD Pandega juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan dan konsultasi yang tersedia agar kondisi ibu serta perkembangan janin dapat terus terpantau hingga masa persalinan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tasikmalayahitz.com/lifestyle/kesehatan/rsud-pandega-pangandaran-ingatkan-ibu-hamil-waspadai-tekanan-darah-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
