Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya mencatatkan capaian positif dalam layanan kesehatan dengan berhasil menangani pasien stroke infark atau penyumbatan pembuluh darah otak melalui metode trombolisis. Keberhasilan tersebut menjadikan RSUD KHZ Musthafa sebagai salah satu rumah sakit di wilayah Priangan Timur yang menerapkan sistem tanggap darurat Code Stroke untuk penanganan pasien stroke akut.
Mengutip dari HarapanRakyat.com, Sabtu (20/6), Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah berhasil menangani tiga pasien stroke akut dengan metode tersebut. Seluruh pasien dilaporkan mengalami perkembangan kondisi yang cukup signifikan setelah mendapatkan penanganan medis.
Menurutnya, trombolisis merupakan terapi darurat yang bertujuan melarutkan gumpalan darah yang menyumbat aliran darah menuju otak. Penanganan ini harus dilakukan secepat mungkin untuk mengurangi risiko kecacatan dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Baca juga: Apoteker RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Resep
“Penyelamatan penderita stroke harus berpacu dengan waktu. Peluang kesembuhan total pasien akan melonjak drastis jika terapi trombolisis segera diberikan,” ujar Eli seperti mengutip dari HarapanRakyat.com, Sabtu (20/6).
Untuk mendukung layanan tersebut, RSUD KHZ Musthafa telah memperkuat koordinasi antarunit yang melibatkan dokter spesialis saraf, perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD), radiologi, laboratorium, hingga farmasi. Rumah sakit juga memastikan ketersediaan obat trombolitik guna mendukung penanganan pasien secara optimal.
Selain itu, proses penanganan pasien dilakukan dengan cepat dan terukur. Petugas IGD ditargetkan menyelesaikan skrining awal dalam waktu kurang dari 10 menit sebelum pasien menjalani pemeriksaan CT Scan.
Manfaat dari layanan tersebut dirasakan langsung oleh keluarga pasien. Nia, warga Kecamatan Leuwisari, mengaku bersyukur setelah ayahnya yang mengalami stroke mendadak mendapatkan penanganan cepat di RSUD KHZ Musthafa.
“Kami sangat bersyukur, satu jam seusai mendapat terapi trombolisis di RSUD KHZ Musthafa, ayah saya langsung bisa diajak berbicara lagi,” ungkap Nia seperti mengutip dari HarapanRakyat.com, Sabtu (20/6).
Sementara itu, Dokter Spesialis Neurologi RSUD KHZ Musthafa, dr. Bili Muchamad Ramdani, menjelaskan bahwa keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh kecepatan pasien mendapatkan penanganan sejak gejala pertama muncul.
Ia mencontohkan, pada pertengahan Juni 2026 pihaknya berhasil menangani seorang pasien yang datang ke IGD dengan kondisi lemas pada salah satu sisi tubuh. Seluruh proses pemeriksaan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit sebelum terapi diberikan.
“Terapi ini sangat manjur untuk pasien berusia di bawah 80 tahun yang tiba dalam periode emas,” kata dr. Bili seperti mengutip dari HarapanRakyat.com, Sabtu (20/6).
Menurutnya, periode emas penanganan stroke berada dalam rentang kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul. Karena itu, masyarakat diimbau segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda-tanda stroke seperti wajah mencong, bicara pelo, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
Keberhasilan penerapan metode trombolisis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperbesar peluang kesembuhan pasien stroke di Kabupaten Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur.









