Kesehatan

Apoteker RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Resep

×

Apoteker RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Resep

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Pangandaran – Kebiasaan mengonsumsi obat tanpa resep dokter masih kerap dilakukan sebagian masyarakat. Padahal, penggunaan obat yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari efek samping, reaksi alergi, hingga memperparah kondisi penyakit yang diderita.

Mengutip dari HarapanRakyat.com, Kamis (18/6), Apoteker RSUD Pandega Pangandaran, Lela Durotulailah, mengingatkan pentingnya penggunaan obat secara tepat dan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Menurutnya, setiap obat memiliki indikasi, dosis, cara penggunaan, serta efek samping yang berbeda bagi setiap individu.

“Setiap obat memiliki indikasi, dosis, cara penggunaan, hingga efek samping yang berbeda. Penggunaannya harus presisi, menyesuaikan dengan kondisi fisiologis dan kebutuhan klinis masing-masing pasien,” jelas Lela saat memberikan edukasi mengenai keamanan penggunaan obat di RSUD Pandega Pangandaran.

Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Tambah Darah: Melawan Anemia dan Meningkatkan Kualitas Hidup

Ia mengatakan, salah satu kesalahan yang masih sering ditemukan di masyarakat adalah membeli obat keras tanpa resep dokter atau menggunakan kembali resep lama untuk mengatasi keluhan yang dianggap sama. Padahal, gejala yang mirip belum tentu disebabkan oleh penyakit yang sama.

Menurutnya, penggunaan obat yang tidak tepat dapat menutupi gejala penyakit sehingga menyulitkan tenaga medis dalam melakukan diagnosis secara akurat. Kondisi tersebut berpotensi membuat penanganan penyakit menjadi terlambat.

Selain itu, Lela juga menyoroti penggunaan antibiotik tanpa indikasi medis yang tepat. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat memicu resistensi bakteri, yaitu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik yang digunakan.

“Ketika antibiotik digunakan tanpa indikasi yang tepat, bakteri akan membentuk kekebalan. Dampaknya fatal, saat obat tersebut benar-benar dibutuhkan secara medis di masa depan, efikasinya akan menurun drastis atau bahkan tidak bekerja sama sekali,” ujarnya seperti mengutip dari HarapanRakyat.com, Kamis (18/6).

Baca juga: Ahli Ungkap 5 Ramuan Herbal Ampuh Hilangkan Bau Badan Secara Permanen

Tak hanya resistensi antibiotik, penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan juga berisiko menimbulkan interaksi obat yang merugikan, reaksi alergi berat, hingga kerusakan organ apabila dikonsumsi dalam dosis yang tidak sesuai atau dalam jangka waktu yang panjang.

Untuk meminimalisasi risiko tersebut, Lela mengimbau masyarakat agar meningkatkan literasi kesehatan dengan memahami aturan penggunaan obat, memeriksa tanggal kedaluwarsa, serta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Hentikan kebiasaan menjadikan pengalaman orang lain sebagai acuan pengobatan. Setiap individu memiliki respons tubuh yang unik,” tegasnya.

Sebagai upaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat, RSUD Pandega Pangandaran juga membuka layanan konsultasi kefarmasian yang dapat dimanfaatkan warga untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai penggunaan dan pengelolaan obat.

Baca juga: Bukan Hanya soal Usia: Menjaga Kesehatan Telinga dan Pendengaran di Era Headset dan Kebisingan

“Obat adalah pedang bermata dua, ia menjadi sarana penyembuhan jika digunakan dengan tepat, namun akan menjadi ancaman jika disalahgunakan. Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan disiplin dalam menggunakan obat demi keselamatan kesehatan bersama,” pungkas Lela.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang rasional dan tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *