Tasikmalayahitz.com – Katup jantung bocor merupakan gangguan yang dapat menghambat aliran darah di dalam jantung dan membuat organ tersebut bekerja lebih keras. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan.
Mengutip dari Kompas.com, Minggu (28/6), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi sekaligus konsultan aritmia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan salah satu penyebab katup jantung bocor adalah penyakit rematik jantung yang merupakan komplikasi dari demam rematik akibat infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan.
Menurutnya, kerusakan katup jantung akibat rematik umumnya tidak langsung muncul saat seseorang mengalami infeksi. Gangguan tersebut justru dapat terlihat bertahun-tahun setelah infeksi terjadi, bahkan ketika penderita telah memasuki usia dewasa.
“Jadi biasanya di umur-umur 30-an tuh katupnya bocor atau katupnya menyempit akibat penyakit rematik jantung yang diderita pada saat kitanya usia teenager (remaja),” kata Prof. Yoga seperti mengutip dari Kompas.com, Minggu (28/6).
Ia mengingatkan agar infeksi tenggorokan, terutama pada anak dan remaja, tidak dianggap sepele. Apabila disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan tidak ditangani secara tepat, infeksi tersebut dapat memicu demam rematik yang akhirnya merusak katup jantung.
“Jadi, kalau punya anak-anak infeksi saluran napas, nyeri nelen, harus segera diobati, karena kalau itu kumannya Streptococcus, racunnya bisa menyerang jantung,” ujarnya.
Prof. Yoga menjelaskan, kerusakan pada jantung akibat rematik biasanya baru terlihat sekitar 10 hingga 15 tahun setelah infeksi pertama kali terjadi.
Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Tambah Darah: Melawan Anemia dan Meningkatkan Kualitas Hidup
Selain rematik jantung, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat menyebabkan katup jantung bocor. Di antaranya gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium, hipertensi, diabetes, hingga obesitas yang dapat memengaruhi struktur dan fungsi jantung.
Pada dasarnya, jantung memiliki empat katup, yakni katup trikuspid, mitral, aorta, dan pulmonal yang berfungsi mengatur aliran darah agar tetap mengalir ke arah yang benar. Ketika salah satu katup tidak dapat menutup dengan sempurna atau mengalami penyempitan, kerja jantung menjadi lebih berat karena aliran darah terganggu.
Untuk mengurangi risiko gangguan pada katup jantung, Prof. Yoga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga tekanan darah tetap normal, mengontrol kadar gula darah, mempertahankan berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok.
“Kita mencegah penyakit jantung lainnya itu, gangguan irama jantung, yang itu dijaga tensinya supaya normal, jangan sampai obesitas, enggak merokok, diabetesnya dijaga, seperti itu,” pungkasnya seperti mengutip dari Kompas.com, Minggu (28/6).



