Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Musim pendakian Gunung Fuji di Jepang resmi dibuka mulai Rabu (1/7) hingga Kamis (10/9). Pemerintah Jepang menerapkan sejumlah aturan baru, termasuk pembatasan jumlah pendaki dan sistem registrasi daring, guna meningkatkan keselamatan serta mengurangi kepadatan wisatawan. Selasa (29/6).
Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan informasi dari laman resmi Gunung Fuji, pada pembukaan musim pendakian tahun ini hanya dua dari empat jalur yang telah dibuka, yakni Jalur Yoshida dan Jalur Subashiri. Sementara dua jalur lainnya di Prefektur Shizuoka, yaitu Fujinomiya dan Gotemba, baru akan dibuka pada Jumat (10/7) karena masih menjalani proses perbaikan.
Pemerintah Prefektur Yamanashi mengimbau seluruh pendaki untuk melakukan pra-registrasi secara daring sekaligus membayar biaya pendakian sebelum tiba di lokasi. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memperlancar proses masuk dan mengurangi antrean di jalur pendakian.
Baca juga: Libur Sekolah, Kunjungan Wisata ke Pangandaran Tembus 89 Ribu Orang
Selain itu, pemerintah Prefektur Yamanashi dan Shizuoka juga memperkenalkan sejumlah langkah baru guna mengatur akses pendaki di tengah meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara serta kekhawatiran terhadap banyaknya pendaki yang kurang memiliki persiapan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Prefektur Yamanashi memasang dua kios pembayaran mandiri di Stasiun 5 Jalur Yoshida, jalur pendakian paling populer menuju puncak Gunung Fuji. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pendaki yang belum sempat melakukan registrasi secara daring sebelum kedatangan.
Pemerintah daerah juga menyiagakan petugas patroli dan keamanan selama 24 jam di kawasan puncak gunung untuk meningkatkan keselamatan selama musim pendakian berlangsung.
Berdasarkan data musim pendakian tahun lalu, jumlah pendaki yang menggunakan tiga jalur di sisi Prefektur Shizuoka tercatat turun 6,1 persen menjadi 84.032 orang. Sementara itu, jumlah pendaki melalui Jalur Yoshida di Prefektur Yamanashi meningkat 5,4 persen menjadi 121.068 orang.
Baca juga: Jalan Tunjungan Jadi Destinasi Favorit Wisatawan saat Libur Sekolah
Pada musim pendakian 2026, biaya masuk Gunung Fuji ditetapkan sebesar 4.000 yen Jepang atau sekitar Rp442.000 per orang untuk setiap kunjungan.
Pemerintah Jepang juga membatasi jumlah pendaki maksimal 4.000 orang per hari. Selain itu, gerbang pendakian akan ditutup mulai pukul 14.00 waktu setempat hingga pukul 03.00 waktu setempat keesokan harinya sebagai bagian dari pengaturan keselamatan dan pengendalian jumlah pengunjung.
Penerapan kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman pendakian yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian Gunung Fuji sebagai salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Jepang.



