Kesehatan

Senyum Mendadak Asimetris Bisa Jadi Tanda Awal Stroke, Kenali Gejalanya Sejak Dini

×

Senyum Mendadak Asimetris Bisa Jadi Tanda Awal Stroke, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Stroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gejala awal stroke karena sering muncul secara tiba-tiba dan tampak sepele, salah satunya perubahan bentuk senyum yang terlihat tidak simetris.

Mengutip dari detikHealth, Rabu (1/7), kondisi tersebut terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak sehingga bagian otak yang mengendalikan otot wajah tidak dapat berfungsi secara normal. Akibatnya, salah satu sisi wajah melemah atau terkulai sehingga senyum tampak bengkok.

“Salah satu gejala stroke yang umum adalah senyum yang aneh. Banyak orang mengabaikan tanda ini,” ungkap Presiden Indian Stroke Association (ISA), Dr Vikram Huded, seperti mengutip dari detikHealth.

Baca juga: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Berhasil Tangani Pasien Stroke Akut dengan Metode Trombolisis

Menurut Dr Vikram, setiap menit sangat berarti dalam penanganan stroke. Pasien yang segera mendapatkan pertolongan memiliki peluang lebih besar untuk meminimalkan kerusakan otak dan meningkatkan kemungkinan pemulihan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu terapi yang dapat diberikan adalah IV thrombolysis, yaitu suntikan untuk melarutkan sumbatan pembuluh darah. Terapi tersebut idealnya dilakukan dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Selain itu, terdapat pula prosedur thrombectomy yang dilakukan untuk mengangkat sumbatan pada pembuluh darah otak pada kondisi tertentu.

Untuk membantu masyarakat mengenali gejala stroke lebih dini, para ahli kesehatan menganjurkan penggunaan metode BE FAST, yaitu:

  • B (Balance): Kehilangan keseimbangan, tubuh terasa limbung, atau pusing secara tiba-tiba.
  • E (Eyes): Penglihatan mendadak kabur, buram, atau ganda.
  • F (Face): Salah satu sisi wajah melemah atau terkulai sehingga senyum tampak tidak simetris.
  • A (Arms): Salah satu lengan terasa lemah atau turun saat kedua tangan diangkat bersamaan.
  • S (Speech): Kesulitan berbicara, bicara cadel, atau ucapan tidak jelas.
  • T (Time): Segera bawa penderita ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke karena waktu sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Selain mengenali gejala, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga pola hidup yang tidak sehat.

Sekretaris Indian Stroke Association (ISA), Dr Arvind Sharma, mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh perubahan pada senyum yang terjadi secara tiba-tiba, terlebih jika disertai gejala lain.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Senyum: Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

“Jika senyum Anda tiba-tiba terasa berbeda atau jika orang lain memperhatikan bahwa salah satu sisi wajah Anda tidak bergerak normal, perhatikanlah. Senyum yang aneh jika disertai dengan kesulitan berbicara, ketidakstabilan saat berjalan, atau kelemahan mendadak, mungkin merupakan cara otak memberi sinyal adanya stroke,” jelas Dr Arvind Sharma seperti mengutip dari detikHealth.

Ia menambahkan, penanganan yang cepat dapat memberikan peluang lebih besar bagi pasien untuk pulih dan mengurangi risiko kecacatan akibat stroke.

“Waktu sangat berharga bagi otak, jadi segera cari pengobatan untuk mengatasi stroke dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *