Tasikmalayahitz.com, Jakarta – PT Living Fitness Indonesia (LIF) memperkenalkan inovasi teknologi kesehatan berupa LIF Core Smart Ring, perangkat cincin pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu masyarakat memantau tren gula darah secara non-invasif tanpa perlu menggunakan jarum suntik. Senin (22/6).
Peluncuran perangkat ini hadir di tengah meningkatnya kasus penyakit metabolik di Indonesia. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), lebih dari 20 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes, sementara jutaan lainnya berada dalam kondisi pradiabetes yang berisiko berkembang menjadi diabetes apabila tidak ditangani sejak dini.
LIF menilai masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pemantauan kesehatan secara rutin karena khawatir terhadap prosedur medis yang melibatkan tusukan jarum. Oleh karena itu, perusahaan menghadirkan teknologi yang lebih praktis dan nyaman untuk mendukung upaya pencegahan serta deteksi dini.
Baca juga: Tim Teknologi Anda Perlu Belajar Improvisasi Jazz, Bukan Memainkan Partitur Klasik
Keunggulan utama LIF Core Smart Ring terletak pada fitur AI-Glucose Scan, sebuah teknologi pemantauan tren gula darah yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberikan informasi kesehatan tanpa rasa sakit dan tanpa tindakan invasif.
Menurut perusahaan, teknologi tersebut telah melalui proses uji klinis yang melibatkan populasi lokal Indonesia melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit UKRIDA dan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia). Penelitian tersebut melibatkan 885 partisipan, dengan lebih dari separuh peserta merupakan penyandang diabetes.
Hasil penelitian itu disebut telah memperoleh pengakuan secara internasional dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang terindeks PubMed Publication.
Selain memantau tren glukosa, perangkat ini juga mampu merekam berbagai indikator kesehatan lainnya seperti kualitas dan durasi tidur, tingkat pemulihan tubuh, detak jantung, saturasi oksigen (SpO₂), serta aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi atau Moderate to Vigorous Physical Activity (MVPA).
Seluruh data kesehatan tersebut terintegrasi secara otomatis dengan aplikasi digital LIF sehingga pengguna dapat memperoleh informasi kesehatan harian yang lebih mudah dipahami dan digunakan sebagai dasar dalam menjalani gaya hidup sehat.
CEO LIF Indonesia, Lina Sugianto, mengatakan kehadiran perangkat ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan preventif berbasis digital.
“Kolaborasi strategis dengan Actxa merupakan langkah nyata LIF dalam memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi kesehatan preventif. Ini juga menjadi bagian dari visi besar kami untuk menghadirkan ‘digital health coach’ personal yang selalu menemani pengguna setiap hari. Kami percaya LIF Core Smart Ring dapat membantu masyarakat memahami kondisi tubuhnya dengan lebih baik,” ujar Lina Sugianto.
Perangkat yang terbuat dari material titanium tersebut memiliki bobot kurang dari empat gram sehingga nyaman digunakan sepanjang hari. LIF Core Smart Ring saat ini telah tersedia di Indonesia dengan harga Rp3.999.000.
Konsumen dapat membeli perangkat tersebut melalui situs resmi LIF maupun berbagai platform e-commerce. Perusahaan juga menyediakan opsi cicilan hingga 12 bulan dengan bunga 0 persen. Dalam waktu dekat, produk ini akan tersedia untuk dicoba langsung di sejumlah gerai Erafone di wilayah Jabodetabek serta mitra penjualan di Bali.
Melalui pemanfaatan teknologi AI dalam perangkat kesehatan wearable, LIF berharap masyarakat dapat lebih mudah melakukan pemantauan kondisi tubuh secara mandiri dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit metabolik sejak dini.







