Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 kembali melaksanakan kegiatan edukasi di sekolah yang berada di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut diisi dengan pembelajaran interaktif bersama siswa kelas 1 dan kelas 4 dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pada Senin (10/8) di SDN 3 Cisayong.
Kegiatan diawali bersama siswa kelas 1 yang kebetulan sedang mendapatkan jadwal mata pelajaran olahraga. Sebelum memasuki aktivitas utama, mahasiswa mengajak para siswa melakukan pemanasan sederhana. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kondisi fisik siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Antusiasme siswa kelas 1 terlihat sejak awal kegiatan. Tingkah aktif dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat suasana kelas menjadi lebih dinamis. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga perlu menyesuaikan pendekatan dengan karakter anak-anak yang masih berada pada tahap awal pendidikan sekolah dasar.
Guru kelas 1 turut membagikan pengalamannya dalam menghadapi karakter siswa saat ini. Menurutnya, anak-anak angkatan sekarang cenderung lebih aktif dibandingkan angkatan sebelumnya sehingga membutuhkan kesabaran dan perhatian lebih dalam proses pembelajaran.
“Anak-anak angkatan sekarang jauh lebih aktif dibandingkan angkatan sebelumnya. Jadi memang harus lebih ekstra sabar menghadapi mood anak-anak yang kadang tiba-tiba menangis atau berkelahi ketika pelajaran sudah dimulai,” ujarnya.
Baca juga: Darurat Digital: Paparan Gadget Dini Ancam Perkembangan Kognitif dan Motorik Generasi Alpha
Setelah kegiatan bersama kelas 1 selesai, mahasiswa BSI Explore 2026 melanjutkan kegiatan pembelajaran bersama siswa kelas 4. Pada sesi ini, mahasiswa membawakan materi mengenai “Stop Gadget Berlebihan” sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya menggunakan perangkat digital secara bijak.
Materi tersebut diberikan melihat kebiasaan anak-anak saat ini yang semakin dekat dengan penggunaan telepon genggam. Gadget memang dapat memberikan manfaat sebagai sarana hiburan maupun pembelajaran, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat membuat anak menghabiskan lebih banyak waktu bermain dibandingkan melakukan aktivitas lain yang mendukung perkembangan mereka.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa mengajak siswa untuk mulai mengatur waktu penggunaan gadget dan tidak menjadikannya sebagai kegiatan utama sehari-hari. Para siswa juga diarahkan untuk kembali meluangkan waktu untuk belajar, membaca buku, mengulang materi pelajaran, serta menghafal pelajaran yang telah diberikan oleh guru.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menyampaikan bahwa penggunaan gadget bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Namun, anak-anak perlu memahami batasan dan mampu membagi waktu antara bermain gadget, belajar, beraktivitas fisik, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan mengajar bersama siswa kelas 1 dan kelas 4 menjadi bagian dari rangkaian BSI Explore 2026 dalam memberikan kontribusi di bidang pendidikan. Selain berbagi pengetahuan, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman secara langsung dalam memahami karakter dan kebutuhan siswa di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa BSI Explore 2026 berharap siswa dapat semakin aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, memiliki kebiasaan hidup sehat, serta mampu menggunakan gadget secara lebih bijak agar tidak mengganggu waktu belajar dan perkembangan mereka.









