PendidikanOpiniTeknologi

Mahasiswa BSI Explore 2026 Ikuti Sosialisasi Program Upland, Dorong Pengembangan Padi Organik di Desa Santanamekar

×

Mahasiswa BSI Explore 2026 Ikuti Sosialisasi Program Upland, Dorong Pengembangan Padi Organik di Desa Santanamekar

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 mengikuti rapat dan sosialisasi program Upland bersama Kelompok Tani Tunas Harapan, Sabtu (8/8). Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 sampai dengan 16.00 WIB di kediaman Ketua RT Ade tersebut membahas pengembangan padi organik, produksi pupuk organik, serta pengelolaan peternakan sebagai bagian dari upaya membangun pertanian yang berkelanjutan.

Sosialisasi menghadirkan Saep, purnawirawan kedinasan pertanian, sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa program Upland telah berjalan sejak 2020 dan dilaksanakan secara berkesinambungan, dengan salah satu fokusnya yaitu pengembangan beras organik yang memiliki potensi ekonomi lebih tinggi.

“Upland ini sudah berjalan sejak 2020 dan bersifat berkesinambungan. Salah satu fokusnya adalah beras organik yang memiliki potensi lebih tinggi, sehingga perlu dipersiapkan mulai dari produksi, pengelolaan sampai pemasarannya,” ujar Saep.

Baca juga: Agrinas Palma Perkuat Kemitraan Sawit Rakyat Bersama Petani dan Koperasi

Dalam pelaksanaannya, program Upland mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan. Kelompok Tani Tunas Harapan mendapatkan bantuan delapan ekor sapi yang turut mendukung ketersediaan bahan baku pupuk organik. Kotoran sapi nantinya dapat diolah menjadi pupuk organik untuk digunakan dalam budidaya padi. Pengelolaan peternakan juga mencakup penyediaan bibit, pakan, pembesaran, penggemukan, pembibitan, hingga pemasaran. Dengan sistem tersebut, peternakan dan pertanian diharapkan dapat saling mendukung serta menciptakan siklus produksi yang berkelanjutan.

Selain bantuan ternak, kelompok tani juga mendapatkan dukungan sarana dan prasarana melalui Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO). Fasilitas yang diberikan meliputi bangunan produksi pupuk organik, mesin APO atau alat penggiling pupuk organik, kendaraan roda tiga, tiga unit traktor, mesin pemotong padi, mesin banting padi, serta alat penanam padi. Bantuan lainnya berupa pupuk organik, alat semprot, pestisida, dan kebutuhan pendukung pertanian. Pengelolaan alat dan mesin pertanian tersebut turut didukung melalui UPJA (Unit Pengelola Jasa Alsintan).

foto: saat pelaksanaan sosialisasi

Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga menyiapkan jalur pemasaran hasil pertanian. Padi organik yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat didistribusikan melalui BUMP (Badan Usaha Milik Petani) di tingkat Kecamatan Cisayong. Selain memiliki potensi untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, pengembangan padi organik juga diharapkan dapat mendukung pola konsumsi pangan yang lebih sehat bagi keluarga petani. Masyarakat dapat memanfaatkan hasil pertanian yang diproduksi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Program Upland tersebut mencakup beberapa wilayah, di antaranya Cipatujah, Cisayong, Sukahening, dan Pagerageung. Melalui program ini, petani diharapkan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus membangun sistem pertanian yang terintegrasi dari peternakan, produksi pupuk, budidaya padi, hingga pemasaran. Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, Kelompok Tani Tunas Harapan akan melaksanakan praktik produksi pupuk organik pada 10–15 Agustus 2026. Mahasiswa BSI Explore 2026 turut mengikuti proses tersebut sebagai bagian dari kegiatan pengabdian dan pembelajaran langsung bersama masyarakat di Desa Santanamekar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *