Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 berkesempatan mengenal lebih dekat aktivitas masyarakat Desa Santanamekar melalui interaksi bersama salah satu buruh tani, Lina Karlina, pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 06.30 WIB.
Pertemuan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada sektor pertanian. Lina merupakan salah satu dari sekitar delapan buruh tani yang bekerja di wilayah tersebut dan telah menjalani pekerjaannya selama kurang lebih enam tahun.
Dalam perbincangannya bersama mahasiswa, Lina menjelaskan bahwa sektor pertanian padi masih menjadi fokus utama masyarakat di Desa Santanamekar. Selain bertani padi, sebagian masyarakat juga memanfaatkan lahan untuk berkebun, salah satunya dengan menanam cabai.
“Fokus utama di Santanamekar ini berpadi. Ada juga sebagian yang berkebun, seperti menanam cabai,” ujar Lina.
Menurut Lina, pekerjaan sebagai buruh tani membutuhkan ketekunan karena proses menghasilkan bahan pangan tidak dilakukan dalam waktu singkat. Para pekerja harus melalui berbagai tahapan, mulai dari menanam hingga merawat dan memanen hasil pertanian.
Ia pun menyampaikan pesan sederhana kepada masyarakat agar lebih menghargai makanan yang dikonsumsi setiap hari, khususnya nasi yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. “Kalau bisa jangan sampai nasi yang kita makan disisakan begitu saja, karena harus ingat perjuangan pekerja saat menanam dan juga memanennya,” pesan Lina.
Pesan tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa BSI Explore 2026. Interaksi langsung dengan buruh tani tidak hanya memperkenalkan mahasiswa pada aktivitas pertanian di Desa Santanamekar, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai proses panjang dan perjuangan masyarakat dalam menghasilkan bahan pangan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BSI Explore 2026 diharapkan semakin mengenal potensi sekaligus kehidupan masyarakat Desa Santanamekar. Pengalaman sederhana bersama Lina menjadi pengingat bahwa setiap butir nasi yang sampai di meja makan memiliki proses panjang serta melibatkan kerja keras para petani dan buruh tani.









