Tasikmalayahitz.com, Karanganyar – Sejumlah pengelola objek wisata di kawasan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluhkan dampak pemadaman listrik. Pemadaman yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut dinilai mengganggu operasional wisata dan menyebabkan peningkatan biaya operasional. Kamis (18/6).
Dikutip dari Kompas.com, pemadaman listrik terjadi di wilayah Tawangmangu dan Karanganyar Kota. Di kawasan Tawangmangu, listrik padam sekitar pukul 14.00 WIB, sedangkan di Karanganyar Kota pemadaman terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Salah satu pengelola wahana wisata di Tawangmangu, Anggun Nila Monica, mengatakan pihaknya harus mengandalkan generator set (genset) untuk menjaga operasional tempat wisata tetap berjalan selama listrik padam. Namun, penggunaan genset membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar untuk bahan bakar solar.
Baca juga: Kolaborasi Nasional 173 Dosen di Subang Dorong Pemberdayaan Desa Wisata Kasomalang Kulon
“Kalau pemadaman lama otomatis solarnya membutuhkan banyak jadi biayanya tambah membengkak,” ujar Anggun saat dihubungi Kompas.com, Kamis sore.
Menurut Anggun, biaya operasional untuk bahan bakar genset dapat bertambah hingga sekitar Rp1 juta selama pemadaman berlangsung. Kondisi tersebut menjadi beban tambahan bagi pengelola wisata, terutama saat aktivitas kunjungan wisatawan sedang berlangsung.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemadaman listrik tidak hanya terjadi pada hari ini. Sehari sebelumnya, Rabu (17/6), kawasan tersebut juga sempat mengalami pemadaman listrik. Karena itu, pihaknya berharap adanya pemberitahuan lebih awal dari PLN apabila akan dilakukan pemadaman.
“Apabila ada pemadaman listrik dari PLN, kami berharap bisa diinformasikan H-1 atau H-2 sebelumnya agar pengelola dapat melakukan persiapan operasional,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN ULP Karanganyar, Faisal Akhbar, membenarkan adanya pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Karanganyar Kota dan Tawangmangu. Ia menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan sebagai bagian dari langkah pengaturan operasional sistem kelistrikan.
Baca juga: Sambut Libur Nataru 2026, Camping Ground Bukit Nangreu Galunggung Siap Tampung Ratusan Wisatawan
Menurut Faisal, gangguan terjadi karena sistem operasional pembangkit mengalami penurunan kapasitas yang berdampak pada berkurangnya pasokan daya ke sistem kelistrikan. Untuk menjaga stabilitas pasokan listrik, PLN melakukan pemadaman sementara dengan estimasi waktu sekitar tiga jam sejak awal pemadaman.
“Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan daya agar memastikan kondisi keandalan sistem kita tetap terjaga,” kata Faisal.
PLN memastikan pasokan listrik akan kembali normal setelah proses pengaturan operasional selesai dilakukan. Sementara itu, para pelaku usaha wisata berharap ke depan koordinasi dan informasi terkait pemadaman dapat disampaikan lebih awal guna meminimalkan dampak terhadap kegiatan usaha dan pelayanan kepada wisatawan.




