Wisata

Gelombang Panas Ekstrem di Belanda Picu Lonjakan Kematian, Ganggu Wisata hingga Transportasi

×

Gelombang Panas Ekstrem di Belanda Picu Lonjakan Kematian, Ganggu Wisata hingga Transportasi

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa memberikan dampak serius di Belanda. Selain memicu lonjakan angka kematian, cuaca panas juga mengganggu operasional sektor pariwisata dan transportasi di negara tersebut. Sabtu(18/7).

Dikutip dari detikTravel, berdasarkan data Lembaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM), tercatat sebanyak 911 kematian lebih banyak dari jumlah normal selama periode 22 Juni hingga 5 Juli 2026. Meski penyebab pasti setiap kasus kematian masih dalam penyelidikan, RIVM menilai gelombang panas sangat mungkin menjadi faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan angka tersebut.

Fenomena ini menjadi bagian dari dampak gelombang panas yang meluas di kawasan Eropa. Berdasarkan laporan European Mortality Monitoring (EuroMOMO), sekitar 10.650 kematian di berbagai negara Eropa dikaitkan dengan kondisi cuaca panas ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Argentina Hadirkan Kereta Tenaga Surya Pertama, Sajikan Wisata Menyusuri Lembah Berusia 10.000 Tahun

Kepala Dokter Statens Serum Institut Denmark, Lasse Vestegaard, menyebut lonjakan angka kematian tersebut sebagai kondisi yang tidak biasa.

“Terjadinya angka berlebih seperti ini dalam situasi saat ini sangat tidak biasa. Angkanya begitu tinggi,” ujarnya.

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, gelombang panas juga memengaruhi aktivitas wisata di Belanda. Salah satunya terjadi di Kebun Binatang Burgers di Arnhem yang memutuskan membuka operasional lebih awal agar pengunjung dapat menikmati kawasan wisata saat suhu udara masih relatif sejuk.

Sejumlah taman hiburan lainnya di Belanda juga melakukan penyesuaian jam operasional, bahkan beberapa di antaranya memilih menutup sementara layanan pada hari-hari dengan suhu paling tinggi demi menjaga keselamatan pengunjung dan pekerja.

Baca juga: Kemarau Surutkan Situ Gede, Hamparan Rumput Hijau Jadi Daya Tarik Wisata

Sektor transportasi juga tidak luput dari dampak cuaca ekstrem tersebut. Operator kereta api di Belanda mengurangi jadwal perjalanan karena suhu tinggi berpotensi menyebabkan gangguan teknis pada rangkaian kereta, termasuk meningkatnya risiko sistem pendingin udara tidak berfungsi secara optimal.

Suhu udara yang tetap tinggi pada malam hari membuat kereta tidak memiliki cukup waktu untuk mendinginkan komponen, sehingga risiko kerusakan teknis menjadi lebih besar jika tetap dioperasikan secara normal.

Pihak berwenang di Belanda terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu mencapai titik tertinggi, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mengikuti informasi resmi terkait layanan transportasi dan destinasi wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *