Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Musim kemarau yang melanda wilayah Priangan Timur menyebabkan debit air Situ Gede di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya menyusut. Kondisi tersebut mengubah sebagian kawasan danau menjadi hamparan rumput hijau yang kini menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan berwisata.
mengutip dari NewsTasikmalaya.com, fenomena tersebut terlihat pada Rabu, (15/7). Penyusutan air paling jelas terjadi di sisi barat Situ Gede, sedangkan bagian tengah, timur, dan selatan masih dipenuhi genangan air sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut tetap berjalan.
Perubahan lanskap itu menghadirkan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Bekas dasar danau yang mengering kini ditumbuhi rumput hijau menyerupai padang sabana. Keunikan tersebut membuat banyak warga datang untuk berolahraga, menikmati suasana, hingga mengabadikan momen melalui swafoto.
Salah seorang pengunjung berinisial R (27) mengaku sengaja datang ke Situ Gede setelah mengetahui kabar mengenai surutnya air danau. “Sambil olahraga pagi, saya sengaja ke sini karena penasaran mendengar kabar Situ Gede sedang surut. Ingin lihat langsung sekaligus foto-foto di tengah hamparan rumputnya. Malah jadi kelihatan lebih bagus dan estetik,” tuturnya.
Menurut warga sekitar, kondisi surutnya air telah berlangsung sekitar satu bulan. Selain dimanfaatkan sebagai lokasi swafoto, area yang mengering juga mulai digunakan sebagai lokasi foto pranikah. Bahkan, rumput yang tumbuh lebat di kawasan tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah peternak dari luar daerah untuk dijadikan pakan ternak.
Ramainya kunjungan wisatawan turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di sekitar Situ Gede. Sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli meningkat, terutama pada pagi dan sore hari, serta saat akhir pekan ketika kawasan wisata dipadati pengunjung.
Salah seorang pedagang, Rosita (52), mengatakan meningkatnya jumlah wisatawan ikut mendongkrak pendapatannya sejak fenomena surutnya air menjadi perhatian masyarakat. “Berkahnya luar biasa bagi kami para pedagang kecil karena semakin banyak warga yang datang berkunjung. Apalagi kalau hari Minggu, saya sampai berdiri terus saking sibuknya melayani pembeli yang memesan minuman. Kalau kemarau ini masih panjang, kemungkinan area tengah juga bisa ikut surut menjadi padang rumput,” harap Rosita optimis.
Fenomena ini tidak hanya menghadirkan pemandangan baru di Situ Gede, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan usaha di kawasan wisata tersebut. Meski demikian, penyusutan debit air tetap menjadi dampak musim kemarau yang perlu diantisipasi apabila berlangsung dalam waktu yang lebih lama.



