Wisata

Argentina Hadirkan Kereta Tenaga Surya Pertama, Sajikan Wisata Menyusuri Lembah Berusia 10.000 Tahun

×

Argentina Hadirkan Kereta Tenaga Surya Pertama, Sajikan Wisata Menyusuri Lembah Berusia 10.000 Tahun

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jujuy, Argentina, – Argentina menghadirkan pengalaman wisata baru melalui Quebrada Solar Train, kereta tenaga surya pertama di negara tersebut yang menawarkan perjalanan menyusuri Quebrada de Humahuaca, lembah bersejarah di Pegunungan Andes yang telah menjadi jalur perdagangan dan peradaban sejak sekitar 9.000 SM. Kamis (15/7) .

Dikutip dari Kompas.com, kereta modern dengan dua gerbong berdinding kaca ini mulai beroperasi sejak Juni 2024 di Provinsi Jujuy, Argentina bagian utara. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mengembangkan pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkenalkan warisan sejarah dan budaya kawasan tersebut kepada wisatawan.

Quebrada Solar Train menempuh perjalanan sejauh 42 kilometer yang menghubungkan lima desa bersejarah, yaitu Volcán, Tumbaya, Purmamarca, Maimará, dan Tilcara. Kereta juga berhenti di Hornillos, sebuah bekas tempat persinggahan para pelancong yang kini difungsikan sebagai museum.

Wisatawan dapat memilih dua paket perjalanan, yakni paket 180 derajat yang berangkat dari Purmamarca dengan durasi sekitar 2,5 jam, serta paket 360 derajat yang dimulai dari Volcán dengan waktu tempuh sekitar 10 jam.

Baca juga: Parkir Wisata Nglanggeran Resmi Beroperasi, Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Gunungkidul

Selain menyuguhkan panorama spektakuler Pegunungan Andes, kereta tanpa emisi ini juga dirancang untuk mendukung pelestarian lingkungan. Pengoperasian kereta tenaga surya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui pengembangan pariwisata yang tetap menjaga kelestarian situs arkeologi dan budaya di sepanjang lembah.

Dengan kecepatan sekitar 33 kilometer per jam, perjalanan berlangsung santai sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan pegunungan, perbukitan, hamparan kaktus, lembah hijau, serta bentang alam yang telah terbentuk selama ribuan tahun.

Salah satu pemberhentian menarik adalah Desa Tumbaya, yang masih mempertahankan arsitektur tradisional. Menurut pemandu wisata Nestor Mariotto, banyak rumah di desa tersebut masih dibangun menggunakan batu bata tanah liat yang dikeringkan di bawah sinar matahari.

Di desa ini juga terdapat Gereja Nuestra Señora de Los Dolores, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi tujuan ribuan peziarah saat perayaan keagamaan Punta Corral.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Museum Pos Hornillos, yang dahulu merupakan tempat persinggahan pedagang dan kurir pada abad ke-18. Museum tersebut menceritakan sejarah panjang Quebrada de Humahuaca sebagai jalur perdagangan penting di Amerika Selatan yang telah digunakan sejak masa pemburu-pengumpul sekitar 9.000 SM, sebelum berkembang menjadi jalur perdagangan masyarakat Omaguaca.

Baca juga: Jam Buka dan Harga Tiket Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk 2026, Mulai Rp30 Ribu

Selain menikmati panorama alam dan sejarah, wisatawan juga dapat singgah di Maimará, kawasan pertanian yang terkenal dengan pasar tradisional serta kuliner khas Andes. Di lokasi ini, pengunjung dapat mencicipi berbagai makanan tradisional seperti empanada isi quinoa dan keju kambing, humita, serta tamales, hidangan berbahan dasar jagung yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Andes selama ribuan tahun.

Kehadiran Quebrada Solar Train menjadi contoh pengembangan transportasi wisata ramah lingkungan yang memadukan inovasi teknologi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui konsep pariwisata berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *