Wisata

Parkir Wisata Nglanggeran Resmi Beroperasi, Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Gunungkidul

×

Parkir Wisata Nglanggeran Resmi Beroperasi, Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Gunungkidul

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Gunungkidul – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mengoperasikan Parkir Wisata Nglanggeran di Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, sebagai titik transit utama bagi wisatawan menuju kawasan Geopark Nglanggeran. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Jumat (10/7).

Dikutip dari Kompas.com, peresmian Parkir Wisata Nglanggeran dilakukan bersamaan dengan pembukaan Geopark Night Specta (GNS) 8.0 dan Festival Cokelat 4.0 yang berlangsung di Embung Nglanggeran pada Jumat (10/7).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa pengembangan kawasan wisata tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Geopark Night Specta dan Festival Cokelat bukan sekadar agenda pariwisata, melainkan ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ni Made.

Baca juga: Kemarau Surutkan Situ Gede, Hamparan Rumput Hijau Jadi Daya Tarik Wisata

Menurutnya, kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark harus dikelola sebagai sumber pengetahuan, penghidupan, sekaligus kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Tata Ruang Paniradya Kaistimewaan DIY, Nur Ikhwan Rahmanto, menjelaskan bahwa area parkir seluas sekitar 7.000 meter persegi tersebut dibangun sebagai titik transit wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di kawasan geopark.

Selain menjadi lokasi parkir kendaraan, fasilitas tersebut juga dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan konservasi serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Karena ini kawasan konservasi, ada aktivitas yang boleh dilakukan dan ada yang dibatasi. Dengan adanya taman parkir ini, kendaraan wisatawan dapat terpusat di satu lokasi sehingga kawasan wisata tetap terjaga,” jelas Ikhwan.

Ia menambahkan, lokasi parkir juga akan difungsikan sebagai melting point atau titik berkumpul wisatawan. Selanjutnya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran akan menyediakan layanan shuttle berbayar yang mengantarkan pengunjung menuju Embung Nglanggeran maupun destinasi wisata lainnya.

“Konsep ini akan mempermudah wisatawan menikmati kawasan Geopark Nglanggeran tanpa harus membawa kendaraan pribadi masuk ke area wisata,” tambahnya.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Meningkat, Turis Asing Dominasi Selama Tiga Bulan Terakhir

Selain meresmikan fasilitas parkir, Pemda DIY juga meluncurkan program Kopi Darling (Kopi Roda Dua Keliling) melalui Dinas Pertanian DIY. Program tersebut bertujuan memperluas pemasaran kopi lokal dengan menyediakan 20 unit kendaraan, yang akan didistribusikan secara bertahap kepada kabupaten penghasil kopi di DIY mulai Juli hingga Agustus 2026.

Pemda DIY berharap pengembangan infrastruktur wisata, promosi kawasan geopark, serta penguatan komoditas unggulan seperti kakao dan kopi dapat berjalan beriringan sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Gunungkidul.

Melalui pengoperasian Parkir Wisata Nglanggeran, pemerintah juga menargetkan terciptanya sistem pariwisata yang lebih tertata, ramah lingkungan, serta mampu menjaga kelestarian kawasan konservasi tanpa mengurangi kenyamanan wisatawan dalam menikmati destinasi unggulan di Gunungkidul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *