Wisata

Kemenpar Promosikan Wisata Tematik dan Produk Lokal, Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Pengalaman Wisatawan

×

Kemenpar Promosikan Wisata Tematik dan Produk Lokal, Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Pengalaman Wisatawan

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan wisata tematik di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan daya tarik destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui promosi produk unggulan daerah. Senin (22/6).

Dikutip dari ANTARA, Kemenpar saat ini mempromosikan berbagai produk wisata tematik yang dapat dinikmati wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus dijadikan cenderamata khas dari daerah tujuan wisata.

Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata, Itok Parikesit, mengatakan pengemasan produk wisata dalam bentuk narasi perjalanan yang autentik memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor pariwisata.

“Produk yang dikemas menjadi sebuah narasi perjalanan yang autentik, hal tersebut berpotensi meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” kata Itok Parikesit saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (22/6).

Baca juga: Wamenpar Ajak Pelaku Wisata Dieng Tingkatkan Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan Libur Sekolah

Salah satu daerah yang tengah dipromosikan adalah Jawa Barat yang dikembangkan sebagai destinasi wisata gastronomi. Provinsi tersebut menawarkan kekayaan kuliner Sunda, kopi, teh, serta berbagai produk unggulan lokal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Kementerian Pariwisata telah menyusun buku pola perjalanan gastronomi berjudul “Wisata Rasa di Bumi Pasundan” yang diluncurkan di Kota Bandung pada 19 Oktober 2025. Buku tersebut diharapkan menjadi panduan bagi agen perjalanan dan operator tur dalam menyusun paket wisata gastronomi yang lebih terstruktur dan menarik.

Selain itu, Kemenpar juga mengembangkan Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo, dan Semarang sebagai destinasi wisata kebugaran atau wellness tourism. Konsep wisata ini menggabungkan unsur kesehatan, kebugaran, budaya, spa tradisional, jamu, meditasi, serta kekayaan alam yang dimiliki masing-masing daerah.

Sebagai pendukung pengembangan wisata kebugaran, Kemenpar telah meluncurkan buku pola perjalanan “Wellness Journey Across the Java Wonders” pada 1 November 2025. Buku tersebut menjadi pedoman bagi agen perjalanan dan operator wisata dalam menyusun paket wisata bertema kesehatan dan kebugaran.

Dalam upaya memperluas promosi wisata tematik, Kementerian Pariwisata juga memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurut Itok, teknologi AI dapat membantu wisatawan memperoleh informasi yang lebih cepat, akurat, dan sesuai dengan minat masing-masing.

Baca juga: Festival Jatiluwih 2026 Dorong Ekonomi Rakyat dan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Kemenpar telah mengembangkan layanan berbasis AI bernama Marvellous Indonesia AI Assistant (MaiA). Platform ini dirancang untuk membantu wisatawan mendapatkan rekomendasi destinasi, atraksi wisata, kuliner, akomodasi, hingga penyusunan rencana perjalanan secara lebih personal.

Dalam konteks wisata tematik, MaiA mampu memberikan rekomendasi berdasarkan minat wisatawan, mulai dari wisata kopi, gastronomi, wellness, heritage, ekowisata, hingga wisata budaya.

“Dengan demikian, wisatawan tidak hanya memperoleh daftar destinasi, tetapi juga rekomendasi aktivitas, produk lokal yang dapat dieksplorasi, serta pengalaman khas yang sesuai dengan preferensinya,” ujar Itok.

Kementerian Pariwisata berharap pengembangan wisata tematik yang didukung teknologi digital dapat memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *