Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 kembali mengeksplorasi potensi wisata alam yang berada di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Pada Senin (10/8), mahasiswa mengunjungi Curug Badak yang berada di Kampung Cicurug, Desa Santanamekar.
Perjalanan menuju Curug Badak menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa. Akses menuju lokasi tergolong kecil dan cukup sulit dilalui, terutama menggunakan sepeda motor. Kondisi jalan tersebut membuat pengunjung harus lebih berhati-hati selama perjalanan.

Hal tersebut juga disampaikan oleh warga Meme, salah satu warga yang tinggal di sekitar kawasan Curug Badak. Ia mengatakan bahwa kondisi jalan menuju lokasi memang cukup sulit sehingga pengunjung perlu memperhatikan keselamatan saat berkendara.
“Jalannya kecil dan susah, jadi kita harus hati-hati kalau membawa motor,” ujar Meme.
Di kawasan sekitar Curug Badak, terdapat sebuah rumah panggung yang ditempati oleh Meme seorang diri. Keberadaan rumah tersebut menjadi salah satu bagian dari kehidupan masyarakat yang berada dekat dengan kawasan wisata.
Beliau juga turut membantu menjaga keamanan kendaraan para pengunjung. Ia biasanya berjaga di depan rumah panggungnya untuk memastikan sepeda motor yang ditinggalkan pengunjung tetap aman dan tidak ada barang bawaan seperti helm yang hilang atau dijaili.

Saat mahasiswa BSI Explore 2026 tiba di lokasi, kondisi Curug Badak sedang mengalami surut sehingga debit air yang mengalir tidak terlalu besar. Meski demikian, karakteristik alam di kawasan tersebut tetap menarik untuk diamati. Kucuran air terjun yang tidak terlalu tinggi justru mengalir menyusuri sela-sela batuan besar yang bentuknya menyerupai kulit badak.
Karakteristik batuan tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat menyebutnya sebagai Curug Badak. Keunikan aliran air dan bebatuan di sekitarnya memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam yang masih asri. Di tengah kunjungan, mahasiswa juga mendapatkan imbauan dari salah satu warga setempat mengenai waktu yang aman untuk berkunjung. Warga mengingatkan agar pengunjung tidak datang atau berada terlalu lama di kawasan curug hingga sore hari karena kondisi aliran air dapat berubah secara tiba-tiba.
“Kalau ke curug jangan terlalu sore, takutnya nanti banjir atau airnya tiba-tiba menjadi tinggi,” ujar salah satu warga.
Imbauan tersebut menjadi perhatian penting bagi mahasiswa selama melakukan eksplorasi. Kondisi alam di sekitar curug perlu diperhatikan, terutama ketika terjadi perubahan cuaca yang dapat menyebabkan debit air meningkat secara mendadak. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa BSI Explore 2026 tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga melakukan dokumentasi dengan mengambil berbagai foto serta menyiapkan sejumlah konten untuk memperkenalkan Curug Badak kepada masyarakat luas.
Baca juga: Parkir Wisata Nglanggeran Resmi Beroperasi, Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Gunungkidul
Eksplorasi Curug Badak menjadi bagian dari upaya mahasiswa BSI Explore 2026 dalam mengenali dan mendokumentasikan berbagai potensi yang dimiliki Desa Santanamekar. Meskipun masih memiliki tantangan berupa akses jalan yang kecil dan kondisi medan yang cukup sulit, Curug Badak menyimpan daya tarik alam yang berpotensi untuk terus dikenalkan sebagai salah satu destinasi wisata di Desa Santanamekar.
Melalui dokumentasi dan konten yang dibuat, mahasiswa berharap keberadaan Curug Badak dapat semakin dikenal masyarakat sekaligus mendorong perhatian terhadap potensi wisata alam dan pentingnya menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di kawasan tersebut.









