Tasikmalaya.Hitz – Para pemanjat tebing muda Indonesia kembali menunjukkan taji mereka di panggung internasional. Tiga atlet panjat tebing putra dan tiga srikandi panjat tebing berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar World Games 2025 yang berlangsung di Chengdu, Tiongkok. Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Tanah Air.
Tiga atlet putra, yaitu Raharjati Nursamsa, Veddriq Leonardo, dan Kiromal Katibin, tampil memukau pada babak kualifikasi. Raharjati menjadi yang tercepat dengan catatan waktu impresif 4,93 detik, diikuti oleh Veddriq Leonardo di peringkat keenam dan Kiromal Katibin di peringkat kedelapan.
Tak kalah cemerlang, para srikandi panjat tebing Indonesia juga menunjukkan performa terbaik mereka. Desak Made Rita Kusuma Dewi menempati peringkat kedua kualifikasi, sementara Puja Lestari dan Amanda Narda Mutia juga berhasil mengamankan tempat di babak final, masing-masing di peringkat kesembilan dan keenam belas.
Dengan total enam atlet di babak final, Indonesia berpeluang besar untuk meraih medali dan mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan utama panjat tebing dunia.
Kiromal Katibin Pimpin Peringkat Dunia
Di tengah euforia World Games, kabar membanggakan datang dari Kiromal Katibin. Atlet panjat tebing spesialis kecepatan ini secara resmi dinobatkan sebagai pemanjat tebing nomor satu dunia. Keberhasilan Katibin meraih posisi ini didukung oleh performa konsistennya di berbagai kejuaraan panjat tebing dunia. Pencapaian ini sekaligus menegaskan dominasi Indonesia di nomor kecepatan. Kiromal berhasil mengumpulkan total 4.255 poin, mengungguli peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Samuel Watson dari Amerika Serikat. Puncak peringkat dunia ini diraih berkat konsistensi performanya di berbagai kejuaraan, termasuk medali emas yang ia raih di Piala Dunia IFSC Denver 2025 pada Juni lalu.
Harapan Medali untuk Indonesia
Dengan lolosnya enam atlet ke babak 16 besar, harapan untuk membawa pulang medali dari World Games 2025 semakin besar. Persaingan ketat akan terjadi di babak berikutnya, di mana para atlet terbaik dunia akan saling beradu kecepatan dan ketangkasan. Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia diharapkan bisa memotivasi para atlet untuk memberikan penampilan terbaik mereka dan meraih hasil maksimal.
Jalur Menuju Podium: Persiapan dan Tantangan
Perjalanan menuju The World Games 2025 bukanlah tanpa hambatan. Tim panjat tebing Indonesia telah menjalani program latihan intensif yang mencakup penguatan fisik, peningkatan teknik, dan pematangan mental. Mereka berlatih di fasilitas-fasilitas terbaik, termasuk di Pelatnas Cikole, Lembang, dan juga mengikuti serangkaian kejuaraan internasional untuk menguji performa dan beradaptasi dengan atmosfer kompetisi.
Salah satu tantangan terbesar adalah tekanan psikologis. Sebagai atlet yang difavoritkan, para pemanjat tebing Indonesia harus mampu mengelola ekspektasi publik yang tinggi. Selain itu, kondisi cuaca dan perbedaan zona waktu di Chengdu juga menjadi faktor penting yang harus diatasi. Namun, dengan pengalaman bertanding di berbagai penjuru dunia, tim pelatih yakin para atlet dapat beradaptasi dengan cepat.









