Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengimbau seluruh pelaku wisata di kawasan Dieng, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kesiapan layanan, keselamatan, dan pengelolaan destinasi menjelang periode libur sekolah yang diperkirakan akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Minggu (21/6).
Dikutip dari ANTARA, imbauan tersebut disampaikan Wamenpar setelah melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan di kawasan Dieng pada Sabtu (20/6). Dalam kunjungan tersebut, Ni Luh Puspa meninjau beberapa objek wisata di Desa Wisata Dieng Kulon, seperti Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan Kompleks Candi Arjuna.
Menurut Wamenpar, kesiapan pengelola destinasi, homestay, dan seluruh pelaku wisata menjadi faktor penting untuk menciptakan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi para wisatawan.
“Kami terus mengimbau pengelola destinasi, pengelola homestay, dan seluruh pelaku wisata agar mempersiapkan diri secara optimal serta memberikan layanan prima kepada wisatawan. Dengan demikian, pengalaman berwisata yang aman, nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan dapat benar-benar terwujud,” kata Ni Luh Puspa dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (21/6).
Baca juga: Wamenpar Ajak Pelaku Wisata Dieng Tingkatkan Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan Libur Sekolah
Pemerintah daerah memperkirakan jumlah perjalanan wisatawan ke kawasan Dieng selama masa libur sekolah pada Juni hingga Juli 2026 mencapai sekitar 34.020 perjalanan. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah memastikan seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan guna menjaga kualitas pelayanan dan keamanan destinasi.
Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan tata kelola yang bertanggung jawab.
“Pariwisata berkualitas harus menjadi tujuan bersama. Bukan hanya menghadirkan daya tarik wisata, tetapi juga memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar yang didampingi Wakil Bupati Banjarnegara Wahid Jumali juga berdialog dengan wisatawan serta para pengelola destinasi wisata. Ia meminta seluruh pengelola untuk memastikan kembali penerapan standar operasional prosedur (SOP), memperkuat mitigasi risiko, serta meningkatkan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan.
Selain memberikan arahan kepada pengelola wisata, Wamenpar juga mengingatkan wisatawan agar mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca di Dieng yang dikenal memiliki suhu rendah, terutama pada musim kemarau.
“Kami mengapresiasi kesiapan para pengelola destinasi. Kepada wisatawan, kami juga mengimbau agar mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin di Dieng serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” kata Ni Luh Puspa.
Untuk mendukung kelancaran arus wisatawan, Kementerian Pariwisata juga mendorong pemerintah daerah dan pengelola destinasi terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna memperkuat pengamanan di kawasan wisata dan titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Baca juga: Festival Jatiluwih 2026 Dorong Ekonomi Rakyat dan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Sementara itu, Polres Wonosobo menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran kunjungan wisata selama libur sekolah. Sejumlah personel telah disiagakan untuk melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di berbagai titik strategis menuju kawasan Dieng, termasuk jalur tanjakan, persimpangan, dan area yang berpotensi mengalami kemacetan.
Wamenpar berharap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan selama musim liburan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar destinasi wisata.
“Meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat sekitar destinasi,” ujarnya.
Kawasan Dieng yang berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Selain menawarkan panorama pegunungan dan situs budaya bersejarah, kawasan ini juga terkenal dengan fenomena embun es atau Bun Upas yang biasanya muncul pada akhir Mei hingga Juni saat suhu udara turun secara drastis.
Fenomena alam yang tergolong langka di Indonesia tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan suasana layaknya musim dingin di dataran tin








