Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beterbangan dapat masuk ke mata dan menimbulkan rasa perih, mengganjal hingga membuat mata berair. Jika mengalami kondisi tersebut, mata disarankan segera dibilas menggunakan air mengalir, bukan sekadar dikedipkan atau direndam.
Mengutip dari detikcom, Kamis (10/9), dokter spesialis mata dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), MM dari Mayapada Eye Centre (MEC) menjelaskan, penggunaan air mengalir menjadi cara yang paling efektif untuk membantu mengeluarkan benda asing seperti abu dari mata.
“Paling efektif ya dengan air mengalir. Karena kalau hanya dengan kedip-kedip kalau dia bendanya nempel, bisa jadi tidak lepas,” kata dr Rini saat berbincang dengan detikcom di MEC Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Temukan 1 Juta Kasus Jantung, Warga Jabar Diminta Waspada
Menurutnya, aliran air dapat membantu membawa benda asing keluar dari permukaan mata. Dengan demikian, abu vulkanik yang masuk dan masih berada di mata memiliki peluang lebih besar untuk ikut terbawa bersama aliran air.
“Kalau dengan air mengalir harapannya, dengan aliran air itu dia (benda asing) akan bergerak bersama alirannya misalnya kalau memang ada di dalamnya,” lanjutnya.
Meski demikian, kondisi mata perlu tetap diperhatikan setelah dibilas. Apabila mata masih terasa mengganjal, merah atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter mata diperlukan untuk memastikan tidak terjadi iritasi atau luka pada bagian mata.
“Kalau ternyata udah terjadi iritasi, masih merah sampai sekarang (tak kunjung hilang), sensasi seperti ada benda asing di dalam mata seperti orang kelilipan walaupun bendanya sudah tidak ada, kami mesti lihat,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Pangandaran Tingkatkan Insentif Kader Posyandu, Pelayanan Kesehatan Desa Diperkuat
Dr Rini menjelaskan, abu atau benda asing yang melekat pada kornea dapat menyebabkan proses peradangan. Kondisi tersebut tidak selalu dapat sembuh hanya dengan membilas mata menggunakan air mengalir.
“Karena waktu benda itu melekat ke kornea, mungkin sudah ada proses peradangan di situ yang tidak akan sembuh dengan sendirinya hanya pakai air mengalir saja,” sambungnya.
Jika pemeriksaan menunjukkan adanya iritasi maupun infeksi, dokter dapat memberikan obat tambahan sesuai kondisi pasien. Penggunaan obat seperti antibiotik atau obat untuk mengatasi peradangan sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan anjuran tenaga medis.
Karena itu, ketika mata kemasukan abu vulkanik, langkah awal yang dapat dilakukan adalah segera membilasnya dengan air mengalir dan menghindari kebiasaan menggosok mata. Jika keluhan menetap atau semakin parah, masyarakat disarankan segera memeriksakan kondisi mata ke rumah sakit atau klinik mata.






