NasionalPengabdian MasyarakatWisata

Kolaborasi Nasional 173 Dosen di Subang Dorong Pemberdayaan Desa Wisata Kasomalang Kulon

7
×

Kolaborasi Nasional 173 Dosen di Subang Dorong Pemberdayaan Desa Wisata Kasomalang Kulon

Share this article

TasikmalayaHitz, SUBANG, Kegiatan kolaboratif berskala nasional yang melibatkan kalangan akademisi berlangsung di Desa Wisata Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Universitas Persada Indonesia Y.A.I menginisiasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan melibatkan sebanyak 173 dosen dari 64 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari, pada 17–18 April 2026. Program ini tidak hanya menjadi agenda akademik semata, melainkan juga wujud nyata sinergi lintas perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, serta pendampingan dilaksanakan secara terstruktur guna menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Fokus kegiatan mencakup berbagai elemen strategis di tingkat desa. Kelompok PKK dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh pembekalan terkait pengembangan usaha berbasis strategi modern, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Selain itu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengelola homestay mendapatkan pelatihan mengenai tata kelola destinasi wisata yang profesional dan berdaya saing. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga didorong untuk berperan sebagai penggerak utama perekonomian desa secara berkelanjutan.

Baca juga : Workshop Digital Kreatif: Kolaborasi 7 Jurus BK dan Pemanfaatan AI untuk Wujudkan Guru BK Hebat

Di sektor pendidikan dan kesehatan, kegiatan ini turut memberikan penguatan kapasitas kepada kader Posyandu, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta orang tua siswa taman kanak-kanak. Guru PAUD dibekali metode pembelajaran yang inovatif dan tematik, sementara para orang tua memperoleh edukasi terkait pola asuh anak. Adapun kader Posyandu mendapatkan materi penguatan dalam aspek kesehatan serta pembinaan generasi masa depan.

Tidak hanya itu, sektor unggulan desa juga menjadi perhatian dalam program ini. Para petani nanas, pembudidaya jamur tiram, serta peternak ikan nila memperoleh pendampingan intensif yang bertujuan meningkatkan produktivitas serta nilai tambah ekonomi dari hasil usaha mereka.

Ketua panitia, Dr. Sularso Budilaksono, M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi multidisiplin yang terintegrasi dalam satu tujuan besar, yaitu mendorong kemajuan masyarakat melalui program pengabdian.

“Program ini mencerminkan dampak kolektif yang dihasilkan melalui kolaborasi, bukan sekadar upaya individual,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi. Warga Desa Kasomalang Kulon terlibat aktif dalam setiap sesi kegiatan, baik melalui diskusi maupun praktik langsung atas materi yang diberikan. Hal tersebut menjadikan desa sebagai ruang pembelajaran terbuka yang dinamis dan produktif.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Kasomalang Kulon yang menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran para akademisi memberikan wawasan baru sekaligus arah yang lebih jelas bagi pengembangan desa ke depan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi desa. Desa tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga berfungsi sebagai pusat inovasi, penguatan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, Desa Kasomalang Kulon kini tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, melainkan juga sebagai representasi sinergi nasional antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *