BeritaOpiniTeknologi

Membanggakan !!! dosen UBSI Tasikmalaya berhasil meraih pendanaan PKM 2026 setelah bersaing dengan ribuan kampus lainnya. 4 poin ini rahasianya !!!

×

Membanggakan !!! dosen UBSI Tasikmalaya berhasil meraih pendanaan PKM 2026 setelah bersaing dengan ribuan kampus lainnya. 4 poin ini rahasianya !!!

Share this article

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) yang berada dalam naungan kementerian pendidikan tinggi, sains dan teknologi (kemendiktisaintek) mengundang dosen di seluruh Indonesia untuk mengajukan proposal Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat untuk pendanaan Tahun Anggaran 2026. Hal ini tentu saja menjadi kesempatan bagi para dosen khususnya di UBSI Tasikmalaya untuk bisa berinovasi langsung kepada masyarakat yang mengedepankan teknologi informasi.

Adapun proposal yang diusulkan pada tanggal 3-29 Desember 2025 ini berjudul “Pendampingan Inovasi Produk Kreatif Hibrida Limbah Tekstil-Mendong dengan Penguatan Manajemen Usaha Berbasis TI pada UMKM Jempol Jaya Tasikmalaya”. Dosen yang menggagas program tersebut diketuai oleh Bapak Bambang Kelana Simpony dengan dua anggota, diantaranya ibu Dini Silvi Purnia dan Bapak Cepi Cahyadi.

Judul yang menarik tersebut tentu saja bukan hanya sekedar kata-kata yang disusun, melainkan ada beberapa poin yang menjadi sorotan. Pak Bambang menyebutkan, terdapat tiga poin utama dalam program pengabdian ini, yaitu :

  1. Inovasi Produk Berkelanjutan (Green Economy): Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah tekstil yang digabungkan (hibrida) dengan kerajinan mendong khas Tasikmalaya. Tujuannya adalah menciptakan produk kreatif baru yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus memberikan solusi terhadap masalah limbah lingkungan.
  2. Transformasi Digital UMKM: Tidak hanya fokus pada produk, tim juga memberikan pendampingan berupa penguatan manajemen usaha yang berbasis Teknologi Informasi (TI). Langkah ini dirancang agar UMKM Jempol Jaya memiliki sistem pembukuan, pemasaran, atau inventori yang lebih terstruktur dan modern, sehingga bisnis bisa lebih scalable (mudah dikembangkan).
  3. Pemberdayaan Kemitraan Lokal: Melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, sasaran utamanya adalah meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi mitra (UMKM Jempol Jaya) secara nyata agar mampu bersaing di era digital.

Pencapaian ini tentu saja mengundang penasaran para civitas akademik untuk mengetahui tips & trik meraih pendanaan tersebut. Menurut Pak Bambang, ada 4 poin utama yang menjadi kunci sukses, diantaranya :

  1. Berangkat dari Permasalahan Nyata Mitra: Proposal yang baik tidak hanya berisi ide muluk-muluk, tetapi memberikan solusi konkret atas permasalahan real yang sedang dihadapi oleh mitra di lapangan. Analisis kebutuhan mitra (seperti UMKM) harus tajam.
  2. Inovasi dan Kolaborasi Multidisiplin: Usahakan ada unsur kebaruan (novelty). Dalam program ini, inovasinya adalah penggabungan material tradisional (mendong) dan limbah (tekstil) yang dikawinkan dengan sentuhan teknologi informasi. Kolaborasi lintas bidang ilmu selalu menjadi nilai tambah di mata reviewer.
  3. Kesesuaian dengan Skema dan Panduan: Ini sangat krusial. Pastikan format, syarat administrasi, dan luaran yang dijanjikan (publikasi, HKI, peningkatan omzet mitra) benar-benar mematuhi pedoman terbaru dari Kemdiktisaintek. Jangan sampai gagal di tahap seleksi administrasi.
  4. Keberlanjutan Program (Sustainability): Rancang program yang dampaknya tidak berhenti saat dana hibah habis. Tim penilai sangat menyukai program yang bisa diteruskan dan terus berkembang secara mandiri oleh mitra setelah masa pendampingan selesai.

Poin-poin yang membuahkan Pencapaian ini tentu saja menjadi bukti bahwa Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Tasikmalaya mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan dapat bersaing dengan kampus lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *