TasikmalayaHitz, Tasikmalaya , 03/06/2026– Upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pendampingan Inovasi Produk Kreatif Hibrida Limbah Tekstil–Mendong dengan Penguatan Manajemen Usaha Berbasis Teknologi Informasi pada UMKM Jempol Jaya Tasikmalaya.” Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Pendanaan 2026.
Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen yang diketuai oleh Bambang Kelana Simpony dengan anggota Dini Silvi Purnia, Cepi Cahyadi, Reza Adzi Permana, dan Ilham Farhanul Hakim. Program ini dirancang untuk membantu UMKM Jempol Jaya dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, khususnya pada aspek inovasi produk, pemasaran digital, serta manajemen usaha berbasis teknologi informasi.
Ketua tim pengabdian, Bambang Kelana Simpony, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan mitra dan identifikasi permasalahan yang dihadapi UMKM. Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim menyusun serangkaian pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar dan teknologi.
“Kerajinan mendong merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang perlu terus dikembangkan. Melalui program ini, kami berupaya mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar modern. Selain itu, kami ingin membantu pelaku UMKM agar lebih siap memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan dan pemasaran usahanya,” ujar Bambang.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Pelatihan Manajemen Usaha UMKM Berbasis Teknologi Informasi yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pencatatan keuangan, pengelolaan usaha yang lebih terstruktur, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung operasional bisnis.
Selanjutnya, pada Minggu, 24 Mei 2026, dilaksanakan Pelatihan Inovasi Produk Kreatif Mendong–Tekstil. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengembangkan produk berbahan dasar mendong yang dikombinasikan dengan limbah tekstil menjadi produk yang lebih modern, kreatif, dan bernilai jual tinggi.
Pelatihan berikutnya adalah Packaging dan Foto Produk UMKM yang dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Peserta dibekali kemampuan dalam merancang kemasan produk yang menarik serta teknik fotografi produk sederhana yang mampu meningkatkan kualitas visual promosi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Pelatihan Pemasaran Digital Produk UMKM pada Minggu, 31 Mei 2026. Dalam kegiatan ini, peserta belajar memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran yang efektif serta membuat konten promosi yang menarik untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satu anggota tim pengabdian, Dini Silvi Purnia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha saat ini.
“Pelaku UMKM tidak hanya perlu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu memasarkan produknya secara efektif melalui platform digital. Oleh karena itu, penguatan kapasitas di bidang digital marketing dan manajemen usaha menjadi bagian penting dalam program ini agar UMKM dapat tumbuh dan bersaing secara berkelanjutan,” jelas Dini.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, pemahaman peserta terkait inovasi produk mendong–tekstil meningkat dari rata-rata 5 persen menjadi 80 persen. Kemampuan pemasaran digital meningkat dari 10 persen menjadi 75 persen. Sementara itu, kemampuan dalam manajemen usaha berbasis teknologi informasi meningkat dari 5 persen menjadi 75 persen. Pada aspek fotografi produk, peningkatan kemampuan peserta mencapai 80 persen dari kondisi awal sebesar 5 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi pelaku UMKM. Mitra kini lebih memahami proses pengembangan produk inovatif, strategi pemasaran digital, pengelolaan usaha yang baik, hingga teknik penyajian visual produk yang menarik.
Pemilik UMKM Jempol Jaya, Ade Sandi, mengaku sangat merasakan manfaat dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam usaha sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti program ini. Sebelumnya kami lebih banyak membuat produk mendong secara konvensional dan pemasaran masih terbatas. Setelah mengikuti pelatihan, kami mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang inovasi produk, cara memasarkan produk secara digital, hingga pengelolaan keuangan usaha yang lebih baik. Pendampingan ini sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha agar lebih maju dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Ade Sandi.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga berhasil mendorong lahirnya produk-produk kreatif hasil perpaduan bahan mendong dan limbah tekstil yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi UMKM Jempol Jaya dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis.
Dengan terlaksananya program ini, tim pengabdian berharap UMKM Jempol Jaya dapat terus berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penguatan kapasitas pada aspek produksi, pemasaran, dan manajemen usaha diharapkan mampu mendukung keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Tasikmalaya.
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, khususnya sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.









