Tasikmalayahitz.com, Ciamis – Dalam upaya menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus mengimplementasikan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kearifan lokal, sekelompok mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Wujud Cinta Tanah Air”. Kegiatan ini berlangsung di kawasan wisata alam Puncak Bongkok, Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, pada Sabtu–Minggu, 6–7 Juni.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh kelompok mahasiswa UBSI kampus Tasikmalaya yang diketuai oleh Sandra Saeful Anwar, bersama anggota Fachry Afrizal Zhafran, Muhammad Abdul Fikriansyah, Riko Komarudin, dan Muhammad Rava Putra Santosa. Melalui program ini, mahasiswa mengajak masyarakat serta para pendaki untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam sekaligus menghargai nilai-nilai budaya lokal yang masih terjaga di kawasan lereng Gunung Sawal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan pendakian dan berkemah (camping) di area Puncak Bongkok pada hari pertama. Agenda tersebut dilakukan sebagai bentuk observasi lapangan sekaligus pemetaan kondisi jalur pendakian dan lingkungan sekitar. Memasuki hari kedua, tim PKM bersama komunitas lokal dan para pemuda setempat melaksanakan aksi nyata yang berfokus pada edukasi lingkungan dan pelestarian budaya.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi mengenai pengelolaan sampah terpadu untuk menjaga kebersihan kawasan wisata, identifikasi dan dokumentasi nilai-nilai adat yang berkembang di masyarakat sekitar Gunung Sawal, aksi bersih-bersih dengan memungut sampah di sepanjang jalur pendakian, serta pemasangan sarana edukasi ramah lingkungan sebagai media kampanye bagi para wisatawan dan pendaki.
Selain itu, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk memaknai nasionalisme dalam perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, menjaga kelestarian lingkungan dan menghormati budaya daerah merupakan bentuk nyata mencintai Indonesia.
“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pegiat alam dan masyarakat bahwa wujud cinta tanah air di masa sekarang bisa dimulai dari hal-hal terdekat. Menjaga kebersihan jalur pendakian dan menghormati aturan adat di Puncak Bongkok adalah cara nyata kita menjadi pahlawan lingkungan di era modern,” ujar ketua kelompok PKM UBSI Tasikmalaya, Sandra.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi sesaat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif agar masyarakat mampu menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayahnya masing-masing.
Antusiasme masyarakat dan pemuda setempat terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi edukasi, berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam menjaga kawasan wisata alam, hingga berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih bersama. Semangat kolaboratif tersebut menjadi modal penting dalam membentuk kader-kader penggerak lingkungan (local champions) yang diharapkan dapat melanjutkan gerakan pelestarian secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa UBSI kampus Tasikmalaya berharap Puncak Bongkok tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam yang indah, tetapi juga menjadi contoh kawasan wisata yang bersih, lestari, serta mampu mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan sektor pariwisata.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada aktivitas akademik di dalam kampus, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif melalui aksi nyata. Dengan semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan terhadap budaya lokal, mahasiswa UBSI kampus Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan komunitas lokal, diharapkan semangat menjaga alam sebagai bagian dari wujud cinta tanah air dapat terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi Indonesia.









