TasikmalayaHitz-
Memasuki pertengahan Ramadan 2026, lonjakan harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, kian tak terkendali. Berikut adalah beberapa versi parafrase dari laporan tersebut:
1. Versi Berita Ekonomi (Formal)
Harga berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Tasikmalaya mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 100% pada pertengahan Ramadan ini (2/3/2026). Lonjakan drastis terlihat pada kategori sayuran dan daging, yang dipicu oleh tingginya permintaan konsumen di tengah terbatasnya pasokan dari produsen.
Beberapa kenaikan mencolok meliputi:
-
Cabai Domba: Naik dari Rp40.000–Rp50.000 menjadi Rp70.000/kg.
-
Jamur: Meroket dari Rp14.000 menjadi Rp32.000/kg.
-
Daging Ayam: Kini menyentuh Rp40.000/kg dari harga normal Rp32.000/kg.
Para pedagang memprediksi tren kenaikan ini akan terus berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
2. Versi Strategi Pedagang (Ringkas)
Menyikapi harga sayuran yang “terbang”, para pedagang di Pasar Singaparna mulai memutar otak agar dagangan tetap laku. Tini, salah satu pedagang, mengungkapkan bahwa ia kini menjual sayuran dalam kemasan porsi kecil (per satu ons atau seperempat kilogram) agar harganya tetap terjangkau bagi konsumen yang keberatan dengan harga eceran per kilo. Strategi ini diambil karena daya beli masyarakat yang mulai menurun akibat harga daging ayam dan sayur-mayur yang melambung tinggi.
3. Perbandingan Harga (Tabel)
Untuk memudahkan Anda melihat selisih kenaikannya, berikut adalah ringkasan datanya:
| Komoditas | Harga Normal/Awal | Harga Saat Ini (Ramadan) |
| Cabai Domba | Rp40.000 – Rp50.000 | Rp70.000 |
| Jamur | Rp14.000 | Rp32.000 |
| Labu Siam (Waluh) | Rp3.000 | Rp12.000 |
| Kol | Rp5.000 | Rp10.000 |
| Daging Ayam | Rp32.000 | Rp40.000 |
4. Versi Suara Konsumen
Keluhan datang dari para pembeli seperti Engkos, yang merasa sangat terbebani dengan kondisi pasar saat ini. Dengan harga daging ayam yang diprediksi bisa menembus Rp45.000/kg dalam waktu dekat, masyarakat berharap ada stabilitas harga agar kebutuhan Lebaran tetap terpenuhi tanpa mencekik kantong.









