TasikmalayaHitz-
Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, dilanda dua bencana alam sekaligus akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (23/2/2026). Berikut adalah rangkuman peristiwa tersebut dalam beberapa versi parafrase:
1. Laporan Utama: Longsor di Jalur Tasikmalaya-Garut
Akses jalan utama yang menghubungkan Tasikmalaya dan Garut sempat terhambat akibat longsor tebing setinggi 10 meter di Kampung Kandangsari, Desa Tanjungsari. Material tanah dan pohon albasiah setinggi 2 meter menutupi separuh badan jalan sepanjang 5 meter.
Kapolsek Salawu, AKP Dedi Darsono, mengonfirmasi bahwa meskipun arus lalu lintas mengalami perlambatan, kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas secara bergantian. Hingga saat ini, petugas gabungan dari kepolisian, Bina Marga, dan warga setempat masih berupaya membersihkan sisa longsoran menggunakan alat manual agar jalur kembali normal sepenuhnya.
2. Laporan Kedua: Banjir Luapan di Desa Jahiang
Di lokasi berbeda, tepatnya di Desa Jahiang, banjir luapan menerjang permukiman warga sesaat sebelum waktu berbuka puasa. Insiden ini mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan parah setelah dindingnya jebol dihantam arus air yang deras.
Camat Salawu, Wawan Ridwan, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh drainase yang tersumbat sampah, sehingga air meluap dan menghantam bangunan warga. Pihak BPBD dan kepolisian telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu evakuasi barang berharga dan memastikan keselamatan warga.
3. Ringkasan Fakta (Poin Penting)
-
Waktu Kejadian: Senin, 23 Februari 2026 (Seminggu yang lalu).
-
Penyebab Umum: Hujan deras dengan durasi lama.
-
Dampak Longsor: Separuh Jalan Raya Tasik-Garut tertutup material; tidak ada korban jiwa; arus lalu lintas merayap.
-
Dampak Banjir: Dua rumah di Desa Jahiang rusak parah; dinding jebol akibat drainase tersumbat.
-
Status Terkini: Evakuasi material masih berlangsung secara manual dan situasi terpantau terkendali.




