Tasikmalayahitz.com – Sakit kepala menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Kondisi ini umumnya dipicu oleh berbagai faktor, seperti kurang tidur, stres, migrain, atau ketegangan otot. Namun, jika sakit kepala berlangsung terus-menerus dan semakin parah, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda adanya tumor otak.
Mengutip dari KOMPAS.com, Rabu (1/7), dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Dr. Dhira Atman, mengingatkan pentingnya mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Deteksi dini penting, jadi ketika penderita merasakan gejala terus menerus dan semakin parah, seharusnya langsung dibawa ke rumah sakit untuk dicek, jadi semua terdeteksi,” kata Dr. Dhira Atman, seperti mengutip dari KOMPAS.com, Selasa (30/6).
Menurutnya, salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala yang menetap selama lebih dari satu bulan, muncul hampir setiap hari, dan tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.
Dr. Dhira menjelaskan, dokter akan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik terlebih dahulu sebelum menentukan apakah pasien memerlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan Computed Tomography (CT) Scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Pemeriksaan pencitraan tersebut tidak dilakukan kepada seluruh pasien yang mengeluhkan sakit kepala, melainkan berdasarkan indikasi medis yang ditemukan selama pemeriksaan awal.
Baca juga: Jangan Abaikan Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki, Bisa Jadi Tanda Saraf Terjepit
Apabila hasil CT Scan menunjukkan kondisi otak normal, sakit kepala kemungkinan disebabkan oleh gangguan lain seperti migrain atau sakit kepala tipe tegang. Namun, jika ditemukan dugaan adanya tumor, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan menggunakan CT Scan dengan kontras atau MRI agar ukuran, lokasi, serta karakteristik tumor dapat diketahui secara lebih rinci.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan metode penanganan yang paling tepat, mulai dari tindakan operasi hingga terapi lain sesuai kondisi pasien.
Dr. Dhira menegaskan bahwa deteksi dini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan tumor otak. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan sebelum terjadi kerusakan yang lebih luas pada jaringan otak.
Sebaliknya, keterlambatan diagnosis dapat membuat kondisi tumor berkembang sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks dan berpotensi memerlukan kombinasi operasi, radioterapi, maupun kemoterapi sesuai tingkat keparahan penyakit.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan sakit kepala yang muncul secara terus-menerus, terutama jika disertai intensitas nyeri yang semakin berat atau tidak kunjung membaik. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menemukan penyebab penyakit lebih cepat sehingga peluang kesembuhan pasien menjadi lebih besar.



