Teknologi

UMBY dan Universiti Kebangsaan Malaysia Kembangkan AI dan Virtual Reality untuk Cegah Cyberbullying

×

UMBY dan Universiti Kebangsaan Malaysia Kembangkan AI dan Virtual Reality untuk Cegah Cyberbullying

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Yogyakarta – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam mengembangkan inovasi layanan konseling berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Virtual Reality (VR) guna membantu mencegah kasus perundungan siber atau cyberbullying di lingkungan pendidikan. Sabtu (20/6).

Dikutip dari ANTARA, kerja sama tersebut dibahas secara mendalam dalam kunjungan akademik dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi UMBY ke kampus UKM di Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini mengintegrasikan teknologi digital, gamifikasi, Virtual Reality, dan konseling dalam bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi UMBY, Putri Taqwa Prasetyaningrum, mengatakan sinergi antara kedua perguruan tinggi telah menghasilkan berbagai luaran akademik yang membanggakan.

Baca juga: Membangun Masa Depan Digital Program Studi Sistem Informasi Kampus Kota Tasikmalaya Siap Cetak Talenta di Bidang Teknologi

“Langkah konkret ini dibahas secara mendalam dalam kunjungan akademik dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi UMBY ke kampus UKM di Malaysia,” ujar Putri dalam keterangannya di Yogyakarta.

Salah satu hasil penelitian kolaborasi tersebut berhasil dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Q3 Scopus, Journal of Engineering Science and Technology (JESTEC) pada 2026. Penelitian berjudul Impact of Lean UX-Driven Gamification on the Usability and Emotional Engagement of Virtual Reality Therapy Systems for Educational Counseling mengkaji efektivitas sistem terapi VR yang dikembangkan dengan pendekatan Lean User Experience (Lean UX).

Menurut Putri, hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem VR berbasis gamifikasi mampu meningkatkan kepuasan pengguna serta keterlibatan emosional siswa dalam layanan konseling.

“Tingkat penyelesaian tugas pada sistem yang dilengkapi gamifikasi mencapai 92 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan sistem tanpa gamifikasi yang hanya 75 persen. Ini membuktikan teknologi imersif yang berpusat pada pengguna berdampak nyata dalam layanan konseling,” katanya.

Selain penelitian, kolaborasi UMBY dan UKM juga diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pelatihan pemanfaatan AI bagi guru dalam mencegah cyberbullying. Artikel inovasi tersebut telah diterima untuk dipublikasikan dalam JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) yang terakreditasi Sinta 3.

Dalam proyek ini, teknologi AI dikembangkan sebagai sistem pendukung yang mampu mengenali indikasi awal perundungan di ruang digital melalui teknik Natural Language Processing (NLP). Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi pola bahasa berisiko seperti hinaan, ancaman, maupun pelecehan dalam interaksi digital siswa.

Selain melakukan identifikasi awal, AI juga berfungsi menentukan tingkat prioritas kasus berdasarkan tingkat risiko yang ditampilkan pada dashboard khusus. Dengan demikian, guru maupun konselor dapat segera menangani kasus yang memerlukan perhatian lebih cepat.

Baca juga: Universitas BSI Kampus Tasikmalaya Hadapi Era Digital: Inovasi Teknologi untuk Pendidikan Berkualitas

Fungsi lainnya adalah sebagai dasar evaluasi melalui analisis data yang dapat digunakan untuk merancang program edukasi dan pendampingan yang lebih tepat sasaran.

Meski memanfaatkan teknologi canggih, Putri menegaskan bahwa AI tidak dirancang untuk menggantikan peran guru maupun konselor dalam menangani kasus perundungan siber.

“Namun pendidik dan konselor tetap memiliki peran utama untuk memverifikasi, memahami konteks psikologis siswa, serta menentukan respons yang tepat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, UMBY dan UKM berharap inovasi berbasis AI dan VR dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung layanan konseling modern sekaligus membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *