PendidikanOpini

UBSI Bantah Keras Keterlibatan Mahasiswa dalam Konferensi Pers yang Mencatut Nama Kampus

×

UBSI Bantah Keras Keterlibatan Mahasiswa dalam Konferensi Pers yang Mencatut Nama Kampus

Share this article

Tasikmalayahitz.com,  Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif membantah keras keterlibatan institusi maupun organisasi kemahasiswaannya dalam konferensi pers yang digelar oleh kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu dan menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.

Bantahan tersebut disampaikan setelah muncul pemberitaan yang menyantumkan nama “Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI)” sebagai salah satu perwakilan dalam konferensi pers tersebut. Nama tersebut bahkan tercantum dalam daftar peserta yang beredar luas melalui berbagai media massa dan media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika (BEM FTI) UBSI telah mengeluarkan klarifikasi resmi yang menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak pernah menghadiri, mengirimkan perwakilan, maupun memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk mewakili BEM FTI UBSI dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: BEM UBSI Tasikmalaya Gelar Podcast “Hangout Campus Online”, Kupas Peran Nyata Organisasi Mahasiswa

Selain itu, BEM FTI UBSI juga menegaskan bahwa organisasi mereka tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama Ahmad sebagaimana disebutkan dalam sejumlah pemberitaan yang beredar.

Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna, menyayangkan pencantuman nama kampus tanpa konfirmasi dan dasar yang jelas.

“UBSI menegaskan bahwa kami tidak memiliki keterlibatan dalam konferensi pers tersebut. Tidak ada mahasiswa yang mendapatkan mandat resmi dari organisasi kemahasiswaan maupun dari institusi untuk mewakili Universitas BSI dalam forum tersebut,” tegas Adi dalam keterangan pers, Rabu (17/6).

Menurutnya, penggunaan nama institusi pendidikan tanpa persetujuan dapat menimbulkan kesalahpahaman publik serta berpotensi merugikan reputasi lembaga yang selama ini dibangun melalui berbagai prestasi akademik maupun non-akademik.

“Kami menghormati hak setiap individu untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, ketika seseorang membawa nama organisasi atau institusi, harus ada legitimasi dan mandat yang jelas. Dalam kasus ini, UBSI tidak pernah memberikan persetujuan ataupun penugasan kepada pihak yang mengatasnamakan BEM FTI UBSI,” ujarnya.

foto: klarifikasi resmi BEM Fakultas Teknik dan Informatika

Adi menambahkan bahwa kampus selalu mendukung kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab dan sesuai dengan koridor akademik. Namun, penggunaan identitas organisasi mahasiswa maupun institusi tanpa dasar resmi tidak dapat dibenarkan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat lebih berhati-hati dalam menyantumkan nama perguruan tinggi dalam kegiatan publik. Nama kampus bukan sekadar identitas, tapi juga membawa tanggung jawab dan kredibilitas yang harus dijaga bersama,” tambahnya.

Adi juga mengimbau masyarakat untuk mengacu pada sumber informasi resmi yang diterbitkan oleh institusi maupun organisasi kemahasiswaan yang sah agar tidak terjebak pada informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga: PERKUAT WAWASAN DAN PENGALAMAN, HIMASI GELAR DISKUSI TEKNOLOGI BERSAMA DEMISIONER

Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu menggelar konferensi pers di Jakarta pada Selasa (16/6) kemarin. Dalam daftar peserta yang dipublikasikan, tercantum sejumlah nama dari berbagai kampus, termasuk seseorang yang disebut sebagai perwakilan BEM Fakultas Teknik Universitas BSI. Namun, setelah pemberitaan tersebut beredar, sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyampaikan klarifikasi dan membantah keterlibatan mereka dalam forum tersebut.

Dengan adanya klarifikasi ini, UBSI menegaskan bahwa segala pernyataan yang disampaikan oleh pihak yang mengatasnamakan BEM FTI UBSI dalam konferensi pers tersebut bukan merupakan sikap, pandangan, maupun pernyataan resmi organisasi dan institusi Universitas Bina Sarana Informatika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *