Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari lingkungan Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya. KH Beben Muhammad Dabbas, yang selama ini mengemban amanah sebagai Wakil Talqin TQN Suryalaya, wafat pada Rabu, (17/6).
Mengutip dari News Tasikmalaya.com, Informasi tersebut disampaikan melalui surat edaran resmi Pondok Pesantren Suryalaya yang ditandatangani langsung oleh Pimpinan Ponpes Suryalaya, KH Akhmad Masykur Firdaus Arifin, S.I.Kom. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhir di Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, sekitar pukul 15.30 WIB.
“Telah berpulang ke rahmatullah KH Beben Muhammad Dabbas, Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya dari Pamijahan, pada hari Rabu, 17 Juni 2026 M / 2 Muharam 1448 H pukul 15:30 WIB di Pamijahan,” bunyi keterangan tertulis dalam edaran resmi tersebut.
Baca juga: Mengungkap Sejarah KH. Mama Aceng Qosim Kurnia Dan Pesantren Nurul Falah, Jatiwaras, Tasikmalaya
Atas wafatnya ulama yang dihormati di kalangan jamaah TQN itu, keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Doa turut dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keteguhan hati.
Melalui maklumat yang diterbitkan, Pondok Pesantren Suryalaya juga mengimbau para ikhwan dan jamaah TQN di berbagai daerah untuk melaksanakan salat gaib, tahlil, serta mendoakan almarhum.
Semasa hidupnya, KH Beben Muhammad Dabbas dikenal aktif menjalankan tugas sebagai Wakil Talqin TQN Suryalaya. Amanah tersebut diberikan langsung oleh Mursyid Agung TQN Suryalaya, al-Maghfurlah Syeikh H. Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin atau Abah Anom pada tahun 2000.
Tak hanya dikenal sebagai tokoh tarekat, KH Beben Muhammad Dabbas juga memiliki garis keturunan dari Syekh Abdul Muhyi Pamijahan, ulama besar yang berperan dalam penyebaran Islam di wilayah Priangan Timur dan Jawa Barat bagian selatan.
Kepergian KH Beben Muhammad Dabbas meninggalkan duka bagi keluarga, murid, serta jamaah TQN Suryalaya. Sosoknya dikenal luas karena dedikasi dan pengabdiannya dalam membimbing umat serta menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam di Tasikmalaya.



