Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif berjudul Hang Out English Regular Class dengan mengusung tema “Level Up English Series”. Diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (31/10), acara ini mendapat sambutan yang sangat meriah dari para mahasiswa yang ingin mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka secara interaktif dan menyenangkan.
Rangkaian acara diawali tepat pukul 09.50 WIB oleh Muhammad Abdul Fikriansyah yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Sesi pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat oleh seluruh peserta dan panitia.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan hangat dari Pembina UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya, Miftah Farid Adiwisastra. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi keaktifan mahasiswa dan mendorong mereka untuk terus memanfaatkan wadah organisasi kemahasiswaan demi mengembangkan potensi soft skills. Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Pelaksana kegiatan dari UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya, Aisyah Sabila Nailaturrahmah, yang menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta.
Untuk memberikan wawasan yang mendalam dan solutif, UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya menghadirkan dua narasumber inspiratif yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Kedua pemateri tersebut membagikan sudut pandang berharga mengenai pentingnya meruntuhkan hambatan mental saat belajar bahasa asing serta cara memanfaatkan keterampilan berbahasa untuk membuka peluang karier di tingkat global.
Mengikis hambatan mental: dari rasa takut menjadi leluasa
Sesi pemaparan materi pertama diisi oleh Yani Sri Mulyani, seorang English Lecturer di UBSI. Mengangkat tema “Speak Up, Stand Out from Fear to Fluent”, Yani menyoroti fenomena umum yang sering dialami oleh pembelajar bahasa asing, yaitu rasa takut salah dan kurangnya percaya diri saat mengekspresikan pikiran secara lisan
Menurut Yani, sebagian besar mahasiswa terjebak dalam keraguan karena terlalu memikirkan kesempurnaan tata bahasa (grammar) sebelum mulai berbicara. Padahal, tujuan utama dari komunikasi adalah agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh lawan bicara. Oleh karena itu, ia mengajak para peserta untuk mulai berani melangkah tanpa dibayangi oleh ketakutan akan penilaian orang lain.
“Jangan takut salah grammar, tenses, atau susunan kata yang kurang tepat. Kunci utama dalam menguasai bahasa adalah konsistensi dan keberanian untuk mempraktikannya. Kalian bisa mulai dari hal sederhana, seperti melatih diri berbicara bahasa Inggris selama 60 detik setiap harinya,” tegas Yani saat menyampaikan strateginya di hadapan peserta.
Yani memberikan tips konkret untuk mengatasi kecemasan berbicara di depan publik (public speaking anxiety). Beliau menekankan pentingnya mengubah pola pikir bahwa rasa takut bukanlah penghambat, melainkan sinyal alami tubuh untuk bersiap. Yani juga membagikan teknik reset 60 detik sebelum berbicara, penyusunan pesan yang terstruktur (1 main message, 3 points, open & close), serta fokus pada kejelasan penyampaian (sound clear, not perfect).
Bahasa inggris: tiket emas menuju beasiswa dan karier di kanada
Sesi materi kedua dilanjutkan oleh Atep Adiwiharja, seorang Global Indonesian Who Dares to Start Again. Melalui materi berjudul“English: Your Ultimate Level-Up Ticket”, Atep membagikan pengalaman hidupnya yang penuh dengan tantangan serta bagaimana bahasa Inggris menjadi alat pembeda yang mengubah alur perjalanan kariernya.
Atep menjelaskan bagaimana penguasaan bahasa Inggris dapat menjadi paspor atau “tiket khusus” bagi mahasiswa Generasi Z untuk menembus pasar kerja global. Beliau membagikan pengalaman dan langkah-langkah praktis dalam mencari informasi beasiswa luar negeri (seperti di Kanada), memanfaatkan peluang karier remote work, serta menggunakan media sosial dan komunitas online untuk terus mengasah kemampuan bahasa Inggris sehari-hari.
“Bahasa Inggris bukan sekadar mata kuliah atau pengetahuan teoritis, melainkan sebuah jembatan dan tiket emas yang membuka pintu-pintu kesempatan luar biasa di masa depan, baik itu untuk melanjutkan studi maupun meniti karier di tingkat internasional,” ungkap Atep penuh motivasi.

Komitmen mendorong kemajuan mahasiswa melalui UKM Bahasa UBSI kampus tasikmalaya
Melalui penyelenggaraan Hang Out English Regular Class ini, UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya menunjukkan komitmennya untuk terus memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri di luar kegiatan akademis reguler. Acara ini ditutup oleh MC pada pukul 11.45 WIB. UKM Bahasa berharap acara ini tidak hanya menjadi wadah edukasi temporer, melainkan mampu memantik semangat berkelanjutan bagi seluruh peserta untuk terus belajar, berani speak up, dan siap mengambil peran aktif di kancah global.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama secara virtual. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan mendapat tanggapan yang sangat positif dari para peserta yang hadir






