TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Kamis 30 Oktober 2025 Mahasiswa UBSI Tasikmalaya, dibawah dosen bimbingan Yani Sri Mulyani S.Pd, MM mengadakan sosialisasi ke sekolah SMP Islam Bahrul Ulum, dengan membawakan tema “Membuat power point dan cara presentasi dengan baik”. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa agar mampu menyusun materi secara menarik melalui PowerPoint sekaligus meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan percaya diri.
Kegiatan ini diikuti oleh sembilan mahasiswa, yaitu Dandi Maulana, Roihan Farhanul Hakim, Mochammad Ricky Araya, Jovan Darmawan, Zamzam Permana Maulana Sidik, Nabiil Taufiiqul Hakim, Ichsani Fauziah, Ineu Novianti Agustina, dan juga Aprilia Rahma Endarsyah. Mereka bekerja sama mulai dari menyusun konsep, membuat desain PowerPoint, hingga mempraktikkan cara presentasi yang baik dan menarik. Di era digital saat ini, keterampilan presentasi merupakan kemampuan penting yang harus dikuasai oleh pelajar. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar bagaimana membuat slide PowerPoint yang efektif, menggunakan desain dan tata letak yang menarik, serta menyampaikan pesan dengan bahasa yang jelas, sopan, dan meyakinkan di depan audiens.
Sebelum penyampaian materi dimulai, kegiatan diawali dengan ice breaking yang dipandu oleh Zamzam. Ice breaking ini bertujuan untuk mencairkan suasana dan membuat peserta lebih fokus serta bersemangat. Beberapa permainan ringan dan interaktif berhasil membuat siswa-siswi tertawa, merasa lebih rileks, dan siap mengikuti sesi pembelajaran dengan antusias. Suasana kelas menjadi hidup dan penuh energi positif.
Setelah itu, materi tentang cara membuat PowerPoint yang menarik dan teknik presentasi yang baik disampaikan dengan jelas dan disertai contoh visual Oleh April,Dandi dan Ricky, dan Zamzam Sementara Jovan, Roihan mengatur dokumentasi dan Nabiil sebagai operator. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab interaktif, di mana para siswa-siswi tampak sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan. Mereka ingin tahu lebih dalam tentang bagaimana memilih desain PowerPoint yang sesuai, cara mengatasi rasa gugup, serta tips agar presentasi terlihat lebih profesional dan percaya diri. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa siswa memiliki semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap keterampilan komunikasi dan teknologi yang diajarkan.
Setelah pemaparan materi, suasana menjadi semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab. Para siswa-siswi tampak sangat antusias dalam mengajukan berbagai pertanyaan seputar cara membuat PowerPoint yang menarik, tips agar tidak gugup saat berbicara di depan kelas, dan bagaimana menyusun isi presentasi agar tidak membosankan. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap keterampilan komunikasi dan teknologi yang diajarkan.
Sebagai bagian dari kegiatan, dua mahasiswa yaitu Ichsani dan Ineu melakukan wawancara dengan salah satu guru, yaitu Wati selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), untuk menggali pandangan beliau mengenai pentingnya kemampuan presentasi bagi siswa SMP. Beberapa pertanyaannya adalah
“Menurut Ibu, seberapa penting kemampuan presentasi bagi siswa SMP saat ini?”
“Sangat dibutuhkan, meskipun anak-anak tidak diperbolehkan membawa handphone, tapi untuk sarana tugas itu sangat diperbolehkan. Jadi untuk kegiatan sehari-hari tidak boleh membawa handphone, apalagi di sini mayoritas santri. Namun memang sangat penting untuk belajar membuat PowerPoint, terutama untuk mata pelajaran tertentu.” jawabnya
“Apakah dalam kurikulum sekolah saat ini sudah ada kegiatan yang melatih kemampuan komunikasi atau presentasi siswa?”
“Karena kurikulum Merdeka, siswa di setiap pelajaran ada tugas presentasi. Mau tidak mau, siswa-siswa bisa memposisikan diri pada pelajaran yang diambilnya. Misalnya, saat pembelajaran PAI ada presentasi mengenai Daulah Utsmani, mereka harus menghafal nama tempat, tokoh, dan tahun.”
Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan presentasi menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka, karena melalui kegiatan ini siswa dilatih untuk berbicara di depan kelas, bekerja sama, dan menyampaikan ide secara terstruktur. Selain itu, pembuatan PowerPoint juga menjadi sarana penting untuk mendukung proses belajar yang kreatif dan modern.
Sebagai ketua kelompok, Dandi menyampaikan kesannya terhadap kegiatan ini “Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi tahu bagaimana membuat PowerPoint yang benar dan menarik. Selain itu, kami juga belajar berbicara di depan teman-teman dengan lebih percaya diri. Meskipun awalnya agak gugup, tapi setelah latihan bersama, semuanya jadi lebih kompak dan berani.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan percaya diri dalam menghadapi tantangan pembelajaran di masa depan.




