Pendidikan

Pesona Desa Wisata Taraju Tasikmalaya, Juara ADWI 2023 Kategori Digital dan Kreatif

×

Pesona Desa Wisata Taraju Tasikmalaya, Juara ADWI 2023 Kategori Digital dan Kreatif

Share this article

Tasikmalayahitz , Tasikmaya – Desa Wisata Taraju di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki beragam potensi wisata alam, budaya, hingga ekonomi kreatif yang dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Senin (28/9).

Keindahan alam serta kreativitas warga dalam mempromosikan potensi desa membuat Desa Wisata Taraju meraih juara satu Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 kategori Digital dan Kreatif.

Kategori tersebut diberikan kepada desa wisata yang dinilai mampu mempercepat transformasi digital sekaligus menghasilkan konten kreatif sebagai sarana promosi pariwisata.

Dikutip dari Kompas.com yang menghimpun informasi dari laman Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Desa Wisata Taraju menawarkan sejumlah aktivitas yang dapat dinikmati wisatawan.

Baca juga: Wisata Bahari Labuan Bajo Meningkat, Lebih dari 232 Ribu Wisatawan Berlayar pada Semester I 2026

1. Wisata petik dan pengolahan teh

Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Taraju adalah hamparan perkebunan teh. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati pemandangan kebun teh, tetapi juga mengikuti kegiatan petik dan pengolahan teh.

Perkebunan teh di Taraju merupakan bagian dari warisan perkebunan sejak zaman Belanda. Pengunjung dapat melihat proses pengolahan teh mulai dari pemetikan hingga menjadi teh yang siap diseduh.

Tarif wisata petik teh tersebut mulai dari Rp15.000 per orang.

2. Wisata petik dan pengolahan kopi

Selain teh, Desa Wisata Taraju juga memiliki perkebunan kopi. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan petik dan pengolahan kopi dengan tarif mulai dari Rp15.000 per orang.

Budidaya kopi di Taraju mulai berkembang sekitar 2006. Jenis kopi yang dibudidayakan masyarakat meliputi robusta dan arabika.

Terdapat lebih dari 100 petani kopi di Desa Taraju dengan luas perkebunan mencapai sekitar 30 hektare. Lahan tersebut terdiri dari lahan milik masyarakat, Perhutani, dan perusahaan swasta.

Baca juga: Kemarau Surutkan Situ Gede, Hamparan Rumput Hijau Jadi Daya Tarik Wisata

3. River tubing

Potensi alam Taraju juga dapat dinikmati melalui aktivitas river tubing. Desa wisata ini dilintasi sungai dengan aliran air yang jernih dan menyegarkan.

Dalam kegiatan tersebut, wisatawan akan didampingi pemandu dari masyarakat sekitar. Pengunjung juga mendapatkan perlengkapan keselamatan, seperti ban karet dan pelampung.

4. Camping di tengah kebun teh

Wisatawan yang ingin menikmati suasana alam lebih lama dapat memilih aktivitas berkemah di kawasan perkebunan teh.

Pada malam hari, pengunjung dapat menikmati suasana perkemahan sambil menyalakan api unggun. Kuliner khas seperti nasi liwet serta minuman berupa teh atau kopi khas Taraju juga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Baca juga: Wisata Perahu Kalimas Tawarkan Cara Seru Menikmati Panorama dan Sejarah Kota Surabaya

5. Produk kreatif dari limbah

Potensi Desa Wisata Taraju tidak hanya berasal dari sektor wisata alam. Masyarakat juga menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan melalui pengolahan limbah.

Dikutip dari informasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, masyarakat mengolah limbah menjadi berbagai produk industri kreatif, seperti tas dan tikar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

6. Wisata seni dan budaya

Desa Wisata Taraju juga memiliki beragam kesenian dan budaya lokal, seperti kuda lumping, kacapi suling, degung, dulag, dan qosidah.

Kesenian kuda lumping di Taraju telah berkembang sejak 1995. Pertunjukan tersebut memiliki sejumlah aturan dan ritual yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Baca juga: Festival Jatiluwih 2026 Dorong Ekonomi Rakyat dan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Dengan perpaduan wisata alam, aktivitas petualangan, budaya, serta ekonomi kreatif, Desa Wisata Taraju menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berbasis potensi masyarakat lokal.

Pengembangan berbagai potensi tersebut juga menunjukkan upaya masyarakat dalam menjadikan pariwisata sebagai bagian dari penggerak ekonomi desa sekaligus menjaga keberadaan budaya dan lingkungan setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *