Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya melalui Program Studi (Prodi) Sistem Informasi terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mulai disosialisasikan dan diimplementasikan secara intensif.
Pengembangan kurikulum ini menjadi langkah strategis bagi UBSI kampus Tasikmalaya dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta pesatnya perkembangan teknologi digital di era modern.
Baca juga: UKM UBSI Tasikmalaya Gelar Rapat INTI untuk Tingkatkan Efektivitas Program Kerja
Kurikulum OBE sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan (CPL). Melalui implementasi kurikulum baru ini, mahasiswa tidak hanya difokuskan pada penguasaan teori akademis semata, melainkan diarahkan untuk menguasai keterampilan praktis, berpikir kritis (critical thinking), kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah (problem solving) yang sangat dibutuhkan oleh dunia industri saat ini.
Untuk mendukung keberhasilan kurikulum berbasis OBE, Prodi Sistem Informasi UBSI Tasikmalaya menghadirkan berbagai metode pembelajaran inovatif. Di antaranya adalah penerapan project-based learning (pembelajaran berbasis proyek), analisis studi kasus, praktik laboratorium yang intensif, program sertifikasi kompetensi, hingga jalinan kolaborasi strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Seluruh langkah konkret ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas para lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan global dan persaingan kerja yang semakin kompetitif.
Proses belajar lebih terstruktur

Salah satu Dosen Prodi Sistem Informasi UBSI kampus Tasikmalaya, Ai Ilah Warnilah, menyampaikan bahwa penerapan kurikulum berbasis OBE ini memberikan arah yang jauh lebih jelas dan terstruktur dalam proses belajar-mengajar. Menurutnya, setiap mata kuliah kini dirancang secara khusus untuk mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa secara nyata di lapangan.
“Kurikulum OBE membuat proses pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan fokus pada hasil yang ingin dicapai mahasiswa. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam bentuk keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujar Ai Ilah dalam keterangannya di Tasikmalaya, pada Selasa (16/6).
Baca juga: Jadi Pakar Fintech dengan Kuliah di Prodi Sistem Informasi Cyber University
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kurikulum berbasis OBE merupakan instrumen krusial dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perubahan teknologi yang masif serta mampu bersaing di tengah badai transformasi digital.
“Melalui kurikulum OBE, mahasiswa didorong untuk lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi bekal penting agar lulusan Prodi Sistem Informasi memiliki daya saing tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata di dunia kerja maupun lingkungan masyarakat,” lanjutnya.
Melalui komitmen yang kuat terhadap pengembangan pendidikan berbasis kompetensi ini, Prodi Sistem Informasi UBSI kampus Tasikmalaya optimis dapat terus mencetak lulusan yang profesional, unggul, berdaya saing global, serta siap menjadi pelopor utama dalam transformasi digital di masa depan.





