TasikmalayaHitz.com, Tasikmalaya – Gemuruh penonton, suara musik, dan suasana kompetisi tidak membuat Dinda Aura Putri mundur dari panggung Singing Contest BSI Flash 2026. Sebagai peserta tunanetra, Dinda justru tampil penuh percaya diri dan membuktikan bahwa keberanian untuk mengejar mimpi tidak ditentukan oleh kondisi fisik.
Didampingi langsung oleh ibu kandungnya, Dinda datang ke Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya untuk mengikuti Singing Contest dalam rangkaian BSI Flash Talent Competition yang digelar pada 26 Juli 2026.
Bagi Dinda, keikutsertaannya dalam kompetisi bukan sekadar untuk mengejar gelar juara. Ada keinginan kuat untuk mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan bernyanyi sekaligus membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri di atas panggung dan bersaing bersama peserta lainnya.
Ketika tiba waktunya tampil, Dinda didampingi ibunya melangkah ke panggung dengan penuh keyakinan. Meski tidak dapat melihat suasana panggung dan penonton secara langsung, ia mampu membawakan lagu dengan penuh penghayatan dan percaya diri.
Suara Dinda yang kuat dan karakter vokalnya menjadi daya tarik tersendiri. Ia mampu membangun suasana melalui lagu yang dibawakan, menghadirkan penampilan yang menunjukkan bahwa panggung dapat menjadi ruang bagi siapa saja untuk menunjukkan kemampuan. Iapun mendapat tepuk tangan yang meriah dari penonton.
“Saya ingin terus bernyanyi dan berani tampil. Bagi saya, kesempatan mengikuti BSI Flash ini sangat berarti karena saya bisa menunjukkan bahwa saya juga mampu tampil dan memberikan yang terbaik,” ujar Dinda Aura Putri.
Di sisi panggung, sang ibu menjadi sosok yang tidak kalah penting dalam perjalanan Dinda. Ia datang menemani putrinya sejak berangkat hingga menyelesaikan penampilannya di atas panggung.
Bagi sang ibu, mendampingi Dinda mengikuti kompetisi bukan sekadar mengantarkan anaknya ke lokasi acara. Ada rasa bangga melihat putrinya berani keluar dari zona nyaman dan menunjukkan kemampuan bernyanyi di hadapan banyak orang.
“Sebagai ibu, saya tentu merasa bangga melihat Dinda berani tampil seperti ini. Saya selalu mendukung apa yang menjadi keinginannya selama itu positif. Saya ingin Dinda percaya bahwa dirinya mampu dan tidak perlu takut untuk mengejar apa yang dia cita-citakan,”ungkap ibu Dinda
Kehadiran Dinda juga memberikan warna tersendiri bagi dewan juri. Bukan semata karena kondisi yang dimilikinya, tetapi karena kemampuan vokal dan keberanian yang ditunjukkannya ketika berada di atas panggung.
Faisla IGT, juri Singing Contest BSI Flash 2026, menilai bahwa kompetisi harus menjadi ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan karakter dan kemampuan terbaiknya.
“Yang paling penting dalam sebuah kompetisi adalah keberanian untuk tampil dan bagaimana peserta mampu menunjukkan karakter mereka. Dinda memberikan contoh bahwa ketika seseorang memiliki kemauan yang kuat dan percaya diri, keterbatasan tidak harus menjadi alasan untuk berhenti berkarya,” ujar Faisla IGT.
Kisah Dinda menjadi salah satu cerita yang memberikan warna dalam penyelenggaraan BSI Flash 2026. Di tengah persaingan peserta untuk mendapatkan posisi terbaik, kehadirannya mengingatkan bahwa setiap orang datang ke panggung dengan cerita dan perjuangan masing-masing.
Bagi Dinda, panggung BSI Flash 2026 mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, keberaniannya untuk tampil dengan didampingi sang ibu menjadi pengalaman yang akan dikenang.
Dinda tidak datang untuk meminta dikasihani. Ia datang karena memiliki mimpi, memiliki suara, dan percaya bahwa dirinya juga berhak mendapatkan kesempatan untuk bersinar.
“Saya berharap ke depannya bisa terus bernyanyi, mengikuti lebih banyak kegiatan, dan bertemu dengan orang-orang baru. Saya ingin terus percaya diri dan tidak takut mencoba,” tutur Dinda.
BSI Flash 2026 pun bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang trophy. Ada cerita tentang keberanian, dukungan keluarga, dan seseorang yang memilih untuk tetap melangkah meski menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Karena terkadang, seseorang tidak perlu melihat panggung untuk membuat panggung melihat dirinya.









