TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Dalam upaya membangun pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman, Universitas Bsi (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen sebagai pondasi utama mutu pendidikan.
Kompetensi dosen meliputi berbagai aspek, mulai dari penguasaan materi ajar, kemampuan pedagogik, pemanfaatan teknologi, hingga keaktifan dalam penelitian dan publikasi ilmiah. UBSI Tasikmalaya menyadari bahwa kualitas pembelajaran di perguruan tinggi sangat bergantung pada kapasitas dan kesiapan para pengajarnya.
Menurut Tuti Alawiyah selaku staff pengembangan dosen, Peningkatan kompetensi dosen merupakan prioritas rektorat karena dosen yang terampil mampu menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, interaktif, dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa.
“Dosen yang kompeten akan menghasilkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan berdampak bagi mahasiswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi menjadi prioritas rektorat,” ujar Tuti.
Di tengah arus digitalisasi, UBSI terus mendorong dosen untuk menguasai teknologi pembelajaran daring, memperkaya metode pengajaran, dan aktif dalam berbagai forum akademik. Berbagai pelatihan internal, seminar, dan kerja sama eksternal dilakukan secara rutin sebagai bagian dari strategi pengembangan sumber daya dosen.
Tak hanya itu, dosen juga didorong untuk menghasilkan karya ilmiah dan berkontribusi dalam kegiatan penelitian yang aplikatif. Hal ini sejalan dengan visi UBSI sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga aktif membangun ilmu pengetahuan dan menjawab tantangan sosial.
Melalui komitmen terhadap penguatan kompetensi, UBSI Kampus Kota Tasikmalaya berharap dapat terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan menjadi bagian dari perubahan positif di dunia pendidikan, khususnya di wilayah Priangan Timur.









