Tasikmalayahitz.com, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat proses kepulangan jutaan jemaah haji setelah berakhirnya rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M. Teknologi yang digunakan meliputi gerbang elektronik otomatis, perangkat penerjemah berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta layanan mobile counter yang tersebar di berbagai pintu masuk dan keluar internasional. Rabu (17/6)
Dikutip dari HIMPUH NEWS, Rabu (17/6) pemanfaatan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya Arab Saudi dalam meningkatkan efisiensi layanan keimigrasian, mempercepat mobilitas jemaah, serta menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses pemulangan berlangsung.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menyebutkan bahwa berbagai inovasi digital telah diterapkan untuk mendukung kelancaran proses kepulangan jemaah ke negara asal masing-masing. Salah satu teknologi yang menjadi andalan adalah gerbang elektronik otomatis yang memungkinkan pemeriksaan perjalanan dilakukan dengan lebih cepat tanpa mengurangi standar keamanan.
Juru Bicara Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi, Mayor Nasser Al Otaibi, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi modern menjadi langkah strategis dalam menghadapi tingginya jumlah jemaah yang kembali setelah musim haji.
“Berbagai teknologi modern telah diterapkan untuk mendukung proses pemulangan jemaah haji,” ujar Mayor Nasser Al Otaibi sebagaimana dikutip HIMPUH NEWS dari Saudi Gazette.
Selain gerbang elektronik, Arab Saudi juga mengoperasikan perangkat penerjemah elektronik berbasis AI yang mampu mendukung komunikasi dalam 138 bahasa. Teknologi ini membantu petugas berinteraksi dengan jemaah dari berbagai negara yang memiliki latar belakang bahasa berbeda.
Menurut Al Otaibi, kehadiran perangkat tersebut bertujuan mengurangi hambatan komunikasi sekaligus mempercepat pelayanan di area keimigrasian internasional. Selama masa pemulangan, layanan imigrasi juga diperkuat oleh petugas yang berjaga selama 24 jam untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Otoritas Arab Saudi turut menyediakan mobile counter yang dilengkapi berbagai solusi digital guna mempercepat pelayanan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Melalui layanan tersebut, jemaah dapat memperoleh pelayanan yang lebih mudah dan nyaman tanpa harus menunggu terlalu lama dalam antrean.
Sementara itu, Indonesia juga menerapkan sistem digital serupa untuk melayani kedatangan jemaah haji di Tanah Air. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menghadirkan layanan Immigration Seamless Process Corridor Gate yang telah digunakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan mulai diterapkan di Bandara Internasional Juanda pada musim haji tahun ini.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa teknologi tersebut memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan dengan lebih cepat melalui pemindaian iris mata tanpa perlu menunjukkan paspor secara manual.
“Teknologi ini memudahkan jemaah haji yang hanya melewati dan terdeteksi oleh sensor Iris (mata) sehingga tanpa mengeluarkan paspor dan pemeriksaan dilakukan sangat cepat serta berdasarkan azas prudent atau kehati-hatian,” ujar Khofifah.
Pemanfaatan teknologi digital baik di Arab Saudi maupun Indonesia menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perjalanan haji. Dengan dukungan kecerdasan buatan dan sistem otomatisasi, proses kepulangan jemaah diharapkan menjadi lebih efisien, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta haji dari berbagai negara.



