TasikmalayaHitz– Tasikmalaya – Dunia kerja pasca-pandemi telah berubah. Pola kerja konvensional bergeser ke arah model hybrid, kerja jarak jauh (remote), dan freelance digital berbasis proyek. Tren ini membuka peluang besar bagi generasi muda, namun juga menuntut kesiapan yang berbeda. Menanggapi hal ini, Universitas BSI Kampus Tasikmalaya secara aktif menyiapkan mahasiswanya agar adaptif, mandiri, dan mampu bersaing dalam sistem kerja masa kini.
Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya, Bambang Kelana Simpony, menyampaikan bahwa pekerjaan tak lagi sekadar soal hadir di kantor pukul 8 hingga 5. Banyak perusahaan kini mencari talenta yang bisa bekerja dari mana saja, dengan target yang terukur dan kolaborasi digital yang efisien.
“Mahasiswa sekarang harus siap kerja dari mana saja. Bukan hanya teknis, tapi juga mindset. Bisa mengatur waktu, bertanggung jawab, dan punya kemampuan komunikasi digital yang baik,” ujar Bambang.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus cepat, tapi juga cepat dapat kerja. Bahkan kalau bisa, punya penghasilan sambil kuliah. Itu kenapa mereka perlu dibekali dengan kemampuan kerja digital sejak awal,” tambah Bambang.
Tren freelance dan hybrid juga memberikan kesempatan mahasiswa untuk membangun personal branding, memperluas jaringan kerja, dan memilih jalur karier yang fleksibel namun tetap profesional.
Dengan pendekatan yang responsif terhadap perubahan zaman, Universitas BSI kampus Tasikmalaya terus berinovasi mencetak lulusan yang siap menghadapi model kerja masa depan—mandiri, digital, dan berdaya saing global.









