Tasikmalayahitz.com, Bandung – Persib Bandung berhasil mengamankan kemenangan 3-1 atas PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi pada Minggu (6/9/2026) malam. Kendati meraih tiga poin, performa Maung Bandung pada babak pertama masih menyisakan sejumlah catatan yang perlu diperbaiki pelatih Igor Tolic.
Mengutip dari Harapanrakyat.com, Selasa (8/9), Persib harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan setelah PSM lebih dulu mencetak gol. Kondisi tersebut tidak terlepas dari sejumlah persoalan yang terlihat dalam permainan Persib, terutama ketika membangun serangan dan menghadapi transisi cepat dari tim tamu.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah koordinasi lini belakang ketika Persib kehilangan penguasaan bola. PSM beberapa kali mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan melancarkan serangan balik secara cepat.
Baca juga: Persib Lepas Dion Markx dengan Status Pinjaman, Fokus Tambah Pengalaman Bermain
Sektor kanan pertahanan Persib yang ditempati Danijel Loncar sempat kesulitan mengantisipasi penetrasi pemain PSM. Lawan mampu menemukan celah untuk mengembangkan serangan hingga akhirnya menghasilkan gol pembuka bagi Juku Eja.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa transisi bertahan Persib masih perlu mendapat perhatian. Ketika bola berpindah ke penguasaan lawan, Maung Bandung belum selalu mampu menutup ruang secara cepat sehingga serangan balik PSM dapat berkembang.
Selain persoalan pertahanan, aliran bola Persib pada babak pertama juga belum berjalan maksimal. PSM menerapkan penjagaan yang disiplin dengan menutup sejumlah jalur umpan dan mempersempit ruang bagi pemain Persib untuk mengembangkan serangan dari lini tengah.
Akibatnya, Persib cukup kesulitan membawa bola secara progresif menuju area sepertiga akhir pertahanan PSM. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada minimnya peluang berkualitas yang mampu diciptakan Maung Bandung.
PSM juga tampil disiplin ketika menerapkan blok pertahanan rendah. Struktur pertahanan yang rapat membuat pemain Persib harus mencari alternatif untuk membuka ruang di sekitar kotak penalti.
Penggunaan skema false nine pada lini depan Persib turut menjadi salah satu catatan. Pemain yang menjalankan peran tersebut lebih sering turun menjemput bola sehingga posisi di dalam kotak penalti terkadang tidak memiliki target utama sebagai penyelesaian akhir.
Baca juga: PSSI Setujui Persija Jamu Persib di SUGBK, Laga Dijadwalkan 12 September
Meski demikian, Persib mampu memperbaiki permainan setelah turun minum. Perubahan tersebut membuat Maung Bandung lebih efektif dalam membangun serangan hingga akhirnya mampu mencetak tiga gol untuk memastikan kemenangan dengan skor 3-1.
Hasil positif tersebut menjadi modal penting bagi Persib untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi musim 2026/2027. Namun, kemenangan atas PSM juga menunjukkan masih adanya aspek taktikal yang perlu segera dibenahi oleh Igor Tolic.
Koordinasi antarlini ketika kehilangan bola menjadi salah satu pekerjaan rumah utama. Persib perlu memastikan ruang di belakang lini tengah maupun area sayap tidak mudah dieksploitasi lawan melalui serangan balik.
Selain itu, efektivitas build-up dan kreativitas dalam membongkar pertahanan dengan blok rendah juga perlu ditingkatkan. Penguasaan bola saja tidak cukup apabila tidak diikuti kemampuan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya.
Dengan kompetisi yang masih panjang, evaluasi tersebut menjadi penting bagi Persib. Maung Bandung akan menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda sehingga perbaikan dari pertandingan melawan PSM diharapkan dapat membuat performa tim semakin konsisten pada laga-laga berikutnya.









