Tasikmalayahitz.com, Magelang – Pengelola Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menerapkan fitur add-on tiket masuk sebesar Rp 6.000. Tambahan biaya tersebut bersifat sukarela dan ditujukan untuk mendukung investasi proyek rendah karbon. Senin (5/10).
Dikutip dari Kompas.com, program ini merupakan kerja sama InJourney Destination Management (IDM) dengan Pertamina New & Renewable Energy (PNRE). Wisatawan yang memilih membayar tambahan Rp 6.000 akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon.
Baca juga: Pesona Desa Wisata Taraju Tasikmalaya, Juara ADWI 2023 Kategori Digital dan Kreatif
Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati, mengatakan add-on tersebut tidak mengubah harga tiket masuk Candi Borobudur yang berlaku saat ini. Fitur tambahan ini untuk sementara hanya dapat dipilih saat pembelian tiket secara daring melalui situs resmi InJourney Destination Management.

Dana dari add-on akan digunakan untuk kegiatan carbon offset, seperti penyediaan energi listrik bersih. Pengembangan zona rendah karbon di Candi Borobudur juga dapat dilakukan melalui pemasangan panel surya dan pengolahan sampah.
Adapun harga tiket reguler Candi Borobudur saat ini untuk wisatawan nusantara sebesar Rp 50.000 bagi dewasa dan Rp 25.000 bagi anak-anak. Sementara wisatawan mancanegara dikenakan Rp 400.000 untuk dewasa dan Rp 240.000 untuk anak-anak.



