Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Google menghentikan sementara program bug bounty open source setelah menerima lonjakan laporan kerentanan yang sebagian besar diajukan secara otomatis menggunakan kecerdasan artifisial (AI). Senin (5/10)>
Dikutip dari TechCrunch, Minggu (4/10) waktu setempat, pembekuan tersebut mulai berlaku pada 1 Oktober 2026 dan akan berlangsung hingga tahun depan. Google menyatakan akan memberikan pembaruan mengenai kelanjutan program tersebut pada kuartal pertama 2027.
Baca juga: Bukan Cuma AI, Ini 6 Teknologi yang Diprediksi Mengubah Dunia pada 2026
Program bug bounty tersebut sebelumnya memberikan penghargaan kepada peneliti keamanan siber yang berhasil menemukan kerentanan pada perangkat lunak sumber terbuka milik Google. Namun, meningkatnya laporan yang dibuat menggunakan AI membuat proses verifikasi menjadi semakin sulit.
Menurut laporan Tom’s Hardware, para insinyur Google dan pengelola proyek open source kewalahan memeriksa laporan yang tidak valid atau mengandung halusinasi AI. Google menyebut jeda program disebabkan oleh peningkatan signifikan dalam pengajuan otomatis yang sebagian besar tidak valid.
Meski program tersebut dihentikan sementara, Google tetap meminta pengembang untuk mempertimbangkan program bug bounty lain yang masih tersedia dari perusahaan.




