Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 kembali melakukan kunjungan kepada warga Desa Santanamekar untuk mengenal aktivitas dan potensi ekonomi masyarakat. Kali ini, mahasiswa mengunjungi warga yang tengah membuat kerajinan anyaman bambu berupa ebeg yang dikerjakan secara sederhana untuk menambah penghasilan keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melihat secara langsung proses pembuatan ebeg yang menggunakan bahan dasar bambu. Bambu yang digunakan terlebih dahulu dibeli oleh warga, kemudian diolah dan dianyam menjadi ebeg dengan ukuran sekitar 80 sentimeter.
Menurut Ipin, kegiatan membuat ebeg dilakukan sebagai pekerjaan tambahan untuk membantu menambah penghasilan. Meskipun dikerjakan dari rumah, proses pembuatannya membutuhkan keterampilan dan ketekunan agar menghasilkan anyaman yang rapi.
“Bambu ini kami beli, kemudian diolah dan dibuat menjadi ebeg untuk menambah penghasilan,” ujar Ipin.

Sementara itu, Lilis menjelaskan bahwa proses pembuatan anyaman bambu terlihat sederhana jika dilihat dari luar. Namun, pengerjaannya membutuhkan kesabaran dan ketelitian, terutama ketika menyusun setiap bagian bambu agar menghasilkan bentuk yang sesuai.
“Kelihatannya memang mudah, tapi pengerjaannya harus sabar dan teliti,” ungkap Lilis.
Ebeg hasil anyaman tersebut kemudian dijual dengan harga sekitar Rp800 per buah untuk ukuran 80 cm. Meski memiliki nilai jual yang relatif kecil, kerajinan tersebut menjadi salah satu aktivitas produktif warga yang dapat memberikan tambahan pemasukan.
Kunjungan mahasiswa BSI Explore 2026 ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat keterampilan masyarakat Desa Santanamekar sekaligus melihat potensi kerajinan lokal yang masih dikerjakan secara turun-temurun dan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.









