WisataOpini

Mahasiswa BSI Explore Menggali kisah perjuangan Mak Eroh, Perempuan Tangguh dari Santanamekar

×

Mahasiswa BSI Explore Menggali kisah perjuangan Mak Eroh, Perempuan Tangguh dari Santanamekar

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Kisah perjuangan Mak Eroh menjadi salah satu cerita yang menarik perhatian mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kmpus Tasikmalaya dalam kegiatan BSI Explore di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Sosok perempuan asal Kampung Pasirkadu tersebut dikenal karena kegigihannya memperjuangkan ketersediaan air bagi masyarakat dan lahan pertanian di wilayahnya (12/8).

Mak Eroh merupakan sosok perempuan tangguh yang namanya masih dikenang masyarakat Desa Santanamekar. Perjuangannya bermula pada 1987 ketika ia berinisiatif membuat saluran air dari kawasan hutan menuju kampung dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul dan linggis. Bukan pekerjaan mudah. Mak Eroh harus menghadapi medan yang terjal, melewati tebing curam serta kawasan hutan yang masih rimbun. Di tengah keterbatasan peralatan dan kondisi medan, ia tetap melanjutkan pekerjaannya demi mengalirkan air ke wilayah yang membutuhkan.

Pada awal perjuangannya, langkah tersebut sempat mendapat cibiran dari sebagian warga. Tidak sedikit yang menganggap upaya Mak Eroh akan sulit membuahkan hasil. Namun, ia tidak berhenti. Perlahan, saluran air yang dibuatnya mulai mendekati kawasan persawahan. Melihat hasil dari perjuangan tersebut, masyarakat kemudian mulai tergerak untuk ikut membantu. Pekerjaan yang sebelumnya dilakukan seorang diri berkembang menjadi gotong royong bersama warga.

Dalam proses pengerjaannya, Mak Eroh disebut menghabiskan sekitar 100 cangkul untuk membuat saluran air sepanjang kurang lebih 6 kilometer. Perjuangan tersebut dilakukan dengan ketekunan dan menghadapi kondisi medan yang tidak mudah.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Air berhasil dialirkan hingga ke kampung sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengairi lahan pertanian yang sebelumnya mengalami kekeringan.

Baca juga: Mahasiswa BSI Explore 2026 Eksplorasi Potensi Wisata Alam Desa Santanamekar

Perjuangan Mak Eroh kemudian mendapat perhatian lebih luas. Atas jasanya dalam menjaga lingkungan dan membantu masyarakat, ia menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden Soeharto pada 1988. Setahun kemudian, pada 1989, Mak Eroh juga mendapatkan penghargaan lingkungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bagi mahasiswa BSI Explore, kisah Mak Eroh menjadi bagian penting dalam upaya menggali sejarah dan potensi yang dimiliki Desa Santanamekar. Cerita tersebut menunjukkan bahwa potensi desa tidak hanya terdapat pada kekayaan alam, tetapi juga pada sejarah dan perjuangan masyarakat yang memiliki nilai inspiratif. Kisah Mak Eroh juga menjadi pengingat bahwa perubahan dapat berawal dari keberanian seseorang untuk mengambil langkah, meskipun dilakukan dengan keterbatasan. Perjuangannya memperlihatkan bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat dapat berkembang menjadi gerakan bersama. Hingga kini, nama Mak Eroh masih dikenang. Salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangannya dapat dilihat melalui keberadaan Tugu Mak Eroh di Alun-Alun Kota Tasikmalaya.

Melalui kegiatan BSI Explore, mahasiswa UBSI kampus Tasikmalaya berupaya menggali kembali berbagai cerita dari masyarakat serta tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Desa Santanamekar. Kisah Mak Eroh menjadi salah satu bagian dari sejarah lokal yang menunjukkan bahwa desa tersebut tidak hanya memiliki potensi wisata dan alam, tetapi juga memiliki cerita perjuangan yang layak dikenalkan kepada generasi muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *