Berita

Ular Berbisa Hambat Evakuasi Lansia yang Tewas di Sumur Salawu

×

Ular Berbisa Hambat Evakuasi Lansia yang Tewas di Sumur Salawu

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Proses evakuasi Amin (63), warga Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, yang ditemukan meninggal di dalam sumur tua, menghadapi sejumlah kendala. Petugas harus mengamankan ular berbisa yang berada di dalam sumur sebelum mengevakuasi korban pada Selasa (2) malam.bua

Sumur yang menjadi lokasi penemuan korban berada di kebun belakang rumahnya. Kedalamannya diperkirakan mencapai 19 meter dengan diameter sekitar 80 sentimeter, sehingga menyulitkan petugas dalam melakukan evakuasi.

Mengutip dari detik.com, Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia, mengatakan tim gabungan mengalami hambatan saat berupaya mengangkat korban. Selain kondisi sumur yang sempit, petugas juga mempertimbangkan kemungkinan adanya gas berbahaya dan keberadaan ular berbisa di dalamnya.

“Kami dapat laporan dari warga, kejadian seorang warga masuk ke dalam sumur. Tim gabungan melakukan upaya evakuasi, namun terkendala,” kata Jembar saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (30/9).

Baca juga: Renovasi Stasiun Tasikmalaya Mulai Berlangsung, Pembenahan Fasilitas Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Penumpang

Evakuasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Pos SAR Tasikmalaya, BPBD Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Damkar Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, PMI, Polri, TNI, serta aparat desa. Sebelum proses pengangkatan korban dilakukan, petugas harus memastikan ular di dalam sumur berhasil dikeluarkan.

“Proses evakuasi melibatkan Basarnas Pos SAR Tasikmalaya, BPBD Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Damkar Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, PMI, Polri, TNI, serta aparat desa. Dalam sumur itu ada ular berbisa, jadi evakuasi dulu ular,” kata Jembar.

Petugas pemadam kebakaran kemudian turun untuk mengamankan ular tersebut. Hewan yang disebut sebagai ular gibug atau ular tanah itu berhasil dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam karung.

“Ular dinaikkan dengan dimasukkan karung, nggak besar tapi berbisa. Ular gibug (ular tanah) kalau bahasa Sunda mah,” kata Jembar.

Meski ular telah berhasil diamankan, proses evakuasi belum bisa langsung dilanjutkan. Petugas masih harus memperhitungkan kondisi udara di dalam sumur yang diduga mengandung gas berbahaya. Sebelumnya, warga yang sempat mencoba turun juga menghentikan upayanya karena mencium bau menyengat dan mengalami sesak napas.

Kapolsek Salawu AKP Dedi Darsono menjelaskan, kejadian bermula ketika Amin pergi ke kebun sekitar pukul 15.00 WIB untuk membersihkan dan membakar ranting pohon. Lokasi kebun tersebut berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban.

Baca juga: Remaja 16 Tahun Meninggal Usai Diduga Diserang Kelompok Tak Dikenal di Tasikmalaya

Namun, hingga pukul 16.30 WIB, Amin belum kembali ke rumah. Istrinya, Uwar Warhamah, kemudian meminta adiknya, Aep, untuk mencari korban ke kebun.

“Korban belum pulang hingga pukul 16.30 WIB. Istri korban Uwar Warhamah merasa khawatir kemudian menyuruh adiknya Aep untuk mencari korban ke kebun,” ujar Dedi.

Setibanya di kebun, Aep tidak menemukan Amin. Ia justru melihat sejumlah tanda yang mengarah pada kemungkinan korban terjatuh ke dalam sumur. Sapu lidi milik Amin ditemukan sekitar 30 sentimeter dari bibir sumur, sementara bekas pembakaran ranting terlihat tidak jauh dari lokasi.

Penutup sumur yang terbuat dari beton dengan kerangka bambu juga ditemukan dalam keadaan terbuka dan sudah rapuh. Sumur tersebut diketahui tidak lagi digunakan selama kurang lebih lima tahun.

Keluarga dan warga kemudian memeriksa bagian dalam sumur menggunakan senter. Kecurigaan mereka semakin kuat setelah melihat kepala korban berada di dalam sumur.

“Warga sempat turun ke dalam sumur, namun saat berada di tengah sumur naik kembali karena tidak kuat bau gas menyengat dan sesak napas. Sekitar pukul 19.00 WIB warga melihat kepala korban bersandar di dinding dalam sumur,” jelas Dedi.

Setelah ular berhasil dikeluarkan dan kondisi memungkinkan, personel Basarnas melanjutkan proses evakuasi. Korban akhirnya berhasil diangkat menjelang dini hari dalam keadaan meninggal dunia.

“Personel Basarnas turun ke bawah sumur untuk evakuasi korban dan jelang dini hari korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal. Posisi korban saat ditemukan dalam keadaan duduk miring, kaki terendam lumpur, tertimpa beton penutup sumur,” ungkap Dedi.

Jenazah kemudian dibawa ke atas untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tenaga medis Puskesmas Salawu bersama petugas Inafis Polres Tasikmalaya. Pemeriksaan menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk luka sobek di kepala dan lengan kanan atas serta memar pada paha.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat tindak pidana. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi,” kata Dedi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *