Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memegang peranan krusial dalam mendampingi perkembangan serta mengatasi berbagai permasalahan siswa di sekolah. Dalam gelaran Seminar & Awarding Pemuda Digital 2026 bertajuk “Creative Mind In The AI Era“ yang berlangsung di Hotel Horison Tasikmalaya, isu kesehatan mental pendidik dan pemanfaatan kecerdasan buatan AI menjadi sorotan utama.
Ibu Tuti Hayati, seorang Guru BK dari SMK Negeri 3 Tasikmalaya, menyampaikan bahwa materi mengenai kesehatan mental sangat relevan bagi para guru BK yang setiap hari berhadapan dengan dinamika serta permasalahan peserta didik.
“Setiap hari guru BK berhadapan dengan berbagai masalah siswa di sekolah. Oleh karena itu, penting sekali bagi guru BK untuk memiliki kesehatan mental yang baik. Ketika kondisi fisik dan psikis kita sehat, kita dapat memberikan layanan yang optimal dan menularkan aura positif kepada siswa,” ujar Tuti saat diwawancarai seusai acara.
Tuti menyoroti pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time) serta menerapkan teknik-teknik relaksasi sederhana di tengah kesibukan mengajar, seperti menjaga pola napas dan membiasakan diri bersyukur serta tersenyum.
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Temukan 1 Juta Kasus Jantung, Warga Jabar Diminta Waspada
Selain kesehatan mental, seminar ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Web AI untuk mendukung integrasi dan efisiensi administrasi layanan Bimbingan Konseling. Tuti menyambut positif inovasi ini dan berharap ke depannya ada pelatihan lanjutan secara mendalam.
“Web AI untuk administrasi BK sangat menarik. Harapannya ke depan ada pelatihan teknis yang lebih mendalam dan dapat diakses secara gratis agar para guru BK dapat mengaplikasikannya secara maksimal di sekolah,” tambahnya.
Menanggapi fenomena penggunaan AI di lingkungan sekolah, Tuti mengakui bahwa teknologi ini sudah tidak terpisahkan dari aktivitas belajar siswa sehari-hari. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan dan arahan agar pemanfaatan teknologi tetap berada pada jalur yang tepat.
“Anak-anak saat ini sudah sangat akrab dengan AI untuk menyelesaikan tugas sekolah. Pesan saya, manfaatkanlah teknologi AI sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif dan produktif. Jangan sampai teknologi ini disalahgunakan atau berdampak negatif bagi perkembangan mereka,” tutup Tuti.



