Tasimalayahitz.com, Tasikmalaya – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Satbrimob Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (12/7). Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut penyelidikan atas ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha pada Sabtu (11/7) malam.
Kehadiran puluhan personel kepolisian yang memasang garis polisi di lokasi membuat warga sekitar berdatangan untuk menyaksikan proses penggeledahan. Rumah yang diduga ditempati pria berinisial AAS menjadi fokus pemeriksaan aparat.
Mengutip dari NewsTasikmalaya.com, Salah seorang warga, Syarif (51), mengaku terkejut saat melihat banyaknya personel kepolisian yang datang secara tiba-tiba ke lingkungan tempat tinggalnya. Syarif mengatakan,
“Jujur, kalau saya sendiri sangat terkejut ketika melihat jajaran kepolisian tiba-tiba ada di sini dan langsung memasang garis polisi,” ujar Syarif di lokasi kejadian, Minggu (12/7).
Baca juga: Polres Tasikmalaya Kota Fasilitasi Pernikahan Tahanan di Tengah Proses Hukum
Ia mengaku tidak mengetahui persoalan hukum yang menjerat AAS. Menurutnya, pria tersebut dikenal jarang berinteraksi dengan warga sejak tinggal di lingkungan tersebut.Syarif menuturkan,
“Dia (AAS) itu kurang bermasyarakat. Sebenarnya dia warga pindahan dari RT sebelah lalu menetap di sini. Kami tidak tahu punya kasus apa, karena interaksinya dengan masyarakat lain kurang dan tertutup. Berbeda dengan istrinya yang sering keluar dan suka main ke rumah tetangga,” pungkas Syarif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan setelah polisi mengembangkan penyelidikan atas ledakan yang terjadi di kawasan Dadaha. Peristiwa tersebut bermula dari perselisihan antarpedagang sebelum akhirnya terdengar suara ledakan yang mengakibatkan kepanikan di sekitar lokasi.
Dalam olah tempat kejadian perkara, aparat menemukan sejumlah material yang diduga berkaitan dengan bahan peledak, seperti pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, baterai beserta rangkaian kabel, alat pengontrol alarm, dan material aluminium. Seluruh barang bukti tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Keterlibatan Densus 88 Antiteror Polri bersama tim Gegana dilakukan untuk mendalami temuan tersebut, termasuk menelusuri asal-usul material, dugaan proses perakitan, serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain.
Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat kepolisian masih mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan serta rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi





