Berita

Pelajar SMAN 3 Tasikmalaya Diduga Dibully Senior, Polisi Periksa 7 Terduga Pelaku

×

Pelajar SMAN 3 Tasikmalaya Diduga Dibully Senior, Polisi Periksa 7 Terduga Pelaku

Share this article
TKP BULLYING - Babinkamtibmas Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Cibeureum mendatangi lokasi kejadian aksi bullying yang dilakukan pelajar asal SMAN 3 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (28/9/2026).

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya– Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota tengah menyelidiki dugaan perundungan dan penganiayaan terhadap seorang siswa SMAN 3 Tasikmalaya. Kasus tersebut diduga melibatkan sejumlah siswa senior dan terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Jalan Raya Cibeureum-Manonjaya.(5/10)

Mengutip dari detik.com, Peristiwa itu bermula setelah seorang siswa kelas X diketahui menggunakan rokok elektrik atau vape di dalam kelas. Meski pihak sekolah telah memberikan sanksi atas pelanggaran tersebut, sejumlah siswa kelas XI dan XII kemudian diduga ikut menegur korban. Tindakan tersebut diduga berujung pada kekerasan.

“Jadi yang menjadi korban itu anak kelas X, pada saat itu dia melakukan pelanggaran, ngevape di kelas. Setelah ditindak oleh pihak sekolah, nah senior-seniornya ini kelas XI dan XII, awalnya sebenarnya tujuannya baik. Mungkin mau mengingatkan kepada juniornya yang melakukan kesalahan, namun karena mungkin tindakannya tidak terukur, itulah mungkin yang mengakibatkan sekarang ada dugaan perundungan. Jadi bisa dikatakan ada tradisi di sekolah tersebut,” papar Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela.

Polisi telah mengidentifikasi sekitar tujuh siswa yang diduga merupakan senior korban dan terlibat dalam kejadian tersebut. Dari keterangan awal, korban diduga mengalami kekerasan fisik berupa penamparan.

Baca juga: Pria 47 Tahun di Tasikmalaya Diduga Cabuli Kakak Beradik, Ditangkap Polisi

“Untuk terduga pelaku sendiri ini sebenarnya senior-senior korban. Dari keterangan para korban, ada sekitar 7 orang,” kata Januar.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah menerima laporan dan memeriksa sejumlah saksi. Penyidik juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas terkait untuk mendalami kasus tersebut.

“Intinya kita sudah terima laporan ya, kita juga sudah lakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk koordinasi dengan pihak sekolah dan pihak dinas terkait. Sampai saat ini kita masih melakukan pendalaman,” kata Januar.

Kepolisian juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk membahas langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.

“Hari ini juga Kanit PPA sedang melakukan komunikasi dengan Ibu Wali Kota, kaitan apa yang menjadi program ke depan terkait penanganan siswa di sekolah. Jadi detailnya perkara ini, nanti kami update lagi,” pungkas Januar.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dugaan perundungan terjadi pada Kamis, 24 September 2026. Kejadian tersebut bermula dari foto korban berinisial MA bersama sejumlah rekannya ketika mencoba pod di dalam kelas yang kemudian tersebar di media sosial.

Sekitar pukul 10.00 WIB, para korban diduga dijemput dari kelas oleh siswa kelas XII dan dibawa menuju ruang Bimbingan Konseling (BK). Setelah jam sekolah selesai, korban kemudian diduga diminta menemui senior di luar lingkungan sekolah.

Sekitar pukul 14.00 WIB, para korban berada di sebuah warung yang lokasinya tidak jauh dari sekolah. Di tempat tersebut, tiga korban diduga mengalami pemukulan dan dipaksa saling menampar.

Kepala SMAN 3 Tasikmalaya, Elin Yuliani, mengatakan para siswa yang diduga terlibat telah mengakui tindakan penamparan kepada pihak BK.

“Hanya ditampar, tidak penendangan. Yang enam orang itu mengaku melakukan penamparan,” katanya.

Sebagai bentuk penanganan, pihak sekolah memberikan sanksi kepada siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut. Sanksi berupa skorsing diberikan kepada korban maupun siswa yang diduga melakukan perundungan.

“Peringatan tertulis juga lebih jauhnya dikenakan skorsing. Untuk korban dan anak-anak yang out ke sana kami skor dua sampai tiga hari. Sedangkan untuk yang melakukan perundungan satu minggu,” tegasnya.

Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *