BeritaLokal

Aksi Balap Liar Ngabuburit di Tasikmalaya Picu Keresahan Warga

97
×

Aksi Balap Liar Ngabuburit di Tasikmalaya Picu Keresahan Warga

Share this article

TasikmalayaHitz-Memasuki Ramadan 1447 H, Jalan Letjen Mashudi di Kota Tasikmalaya kembali menjadi arena balap liar para remaja saat waktu ngabuburit. Aksi nekat ini memicu kegaduhan setelah rekaman videonya viral pada Jumat (20/2/2026), memperlihatkan pengguna jalan yang terpaksa berhenti total demi memberi jalan bagi para pembalap untuk mengambil posisi start.

Respons Aparat dan Keluhan Warga Menanggapi keresahan tersebut, Satlantas Polres Tasikmalaya Kota mengerahkan 70 personel untuk berpatroli pada Sabtu (21/2/2026). Kasatlantas AKP Riki Kustiawan menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentoleransi pelanggaran, termasuk penggunaan kendaraan tidak standar, dan akan membawa pelanggaran pidana ke Satreskrim. Meski patroli sempat meredam aksi (dibantu faktor cuaca hujan), warga sekitar seperti Pak Karman (55) merasa jengkel karena para remaja kerap bermain “kucing-kucingan” dengan petugas dan kembali beraksi segera setelah polisi pergi.

Akar Masalah dan Usulan Solusi Di sisi lain, Ketua IMI Kota Tasikmalaya, Tantan Shadir Soniawan, menilai fenomena ini terjadi karena minimnya fasilitas bagi penghobi otomotif. Sulitnya akses ke lintasan Lanud Wiriadinata yang sebelumnya sering digunakan disinyalir menjadi penyebab utama remaja turun ke jalan umum.

Sebagai langkah konkret, IMI berencana melakukan pendekatan melalui:

  • Edukasi Langsung: Mengajak para pelaku balap liar meninggalkan jalan raya.

  • Fasilitasi Wadah: Mendorong Pemerintah Kota dan pihak Lanud Wiriadinata untuk membuka kembali akses sirkuit atau memanfaatkan Jalan Lingkar Baru (JB) sebagai lokasi event resmi yang terkendali.

  • Audiensi: IMI segera berkoordinasi dengan Wali Kota dan Danlanud untuk merumuskan program otomotif yang aman demi menyelamatkan masa depan generasi muda.


Catatan Analisis: Korelasi dengan RKPD 2027

Jika dikaitkan dengan Forum Perangkat Daerah Satpol PP yang membahas RKPD 2027, kasus ini menunjukkan bahwa:

  1. Ketertiban Umum (Trantibum) memerlukan pendekatan hulu ke hilir: tidak hanya pembubaran oleh aparat, tapi juga penyediaan fasilitas publik yang tepat.

  2. Sinergi Instansi antara Pemkot, Kepolisian, dan organisasi seperti IMI menjadi kunci agar visi Kota Tasikmalaya yang “Maju dan Inovatif” benar-benar terasa di level akar rumput.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *