Berita

600 KK di Bojonggambir Krisis Air Bersih, Warga Andalkan Sumber Air Masjid

×

600 KK di Bojonggambir Krisis Air Bersih, Warga Andalkan Sumber Air Masjid

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Memasuki bulan kedua musim kemarau, ratusan keluarga di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai menghadapi krisis air bersih. Sebanyak 600 kepala keluarga (KK) di Dusun Cipari dan Dusun Cipatat kini bergantung pada satu sumber air yang berada di Masjid Al Ihsan setelah sumur-sumur warga mengering.

Mengutip dari detikJabar, kondisi tersebut telah berlangsung sejak musim kemarau mulai melanda wilayah tersebut. Setiap hari, warga dari berbagai usia terlihat mengantre di halaman masjid untuk mengambil air yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi.

Salah seorang warga, Imas, mengatakan bahwa sumber air di masjid menjadi satu-satunya harapan masyarakat karena sebagian besar sumur sudah tidak lagi mengeluarkan air.

“Lagi ambil air di mesjid dah kekeringan kemarau dua bulan teh ke masjid gak ada kering sumur warga,” kata Imas, Senin, (29/6).

Kepala Desa Kertanegla, Bunyamin, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sekitar 600 KK terdampak kekeringan dan selama ini memanfaatkan penampungan air yang berada di kawasan Masjid Al Ihsan.

Baca juga: Kontes Pesta Patok Jadi Ajang Promosi Ternak dan Silaturahmi Peternak di Tasikmalaya

“Ada 600 KK (kepala keluarga) jadi memang kondisinya jauh ke gunung ditampung di masjid ini warga ngambil di mesjid,” ujar Bunyamin.

Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan distribusi air bersih secara berkala. Selain itu, pembangunan sumur bor dinilai menjadi solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan setiap musim kemarau.

“Jadi kami harapkan ada solusi bantuan air bersih sesaat kaya kiriman tanki. Tapi paling dibutuhkan yang solusi jangka panjang. Nah bisa hadirnya sumur bor itu buat solusi jangka panjangnya. Di sini itu jangankan kemarau, hujan saja kadang susah,” tutur Bunyamin.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mulai melakukan langkah penanganan dengan menyiapkan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Pemerintah daerah juga menggelar koordinasi untuk menentukan daerah-daerah prioritas yang membutuhkan bantuan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni, menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan setelah seluruh persyaratan administrasi dari desa diterima.

Baca juga: Aksi Humanis Damkar Tasikmalaya, Dampingi Siswi Yatim Terima Rapor

“Yang Kertanegla sudah kami minta permohonan bantuan airnya belum masuk. Tapi kami akan prioritaskan untuk bantu warga,” tegas Roni.

Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, menilai persoalan kekeringan harus ditangani melalui upaya jangka panjang, mengingat kondisi tersebut merupakan siklus yang terjadi setiap tahun.

“Musim hujan kelebihan air, musim kemarau kekurangan air. Ini bagaimana, untuk menyiasati lingkungan,” ungkap Asep Sopari Alayubi kepada detikJabar, Senin, (29/6).

Sebagai bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk pembangunan sarana penunjang ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan.

“Kami juga sudah mempersiapkan mitigasi hidrometeorologi,” tambah Asep.

Pemerintah berharap bantuan air bersih yang sedang disalurkan, disertai pembangunan infrastruktur pendukung seperti sumur bor dan sistem resapan air, dapat menjadi solusi agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *