Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Kerusakan trotoar di Jalan Empang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, yang telah berlangsung lebih dari delapan bulan masih belum mendapat penanganan. Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena dinilai membahayakan pejalan kaki, terutama penyandang disabilitas yang menggunakan jalur pemandu di kawasan tersebut. (25/6)
Mengutip dari HarapanRakyat.com, Warga mengungkapkan, trotoar yang ambruk sejak tahun lalu hingga kini belum diperbaiki. Padahal, sejumlah petugas dari instansi terkait beberapa kali datang untuk melihat kondisi di lokasi. Namun, menurut warga, kunjungan tersebut belum diikuti dengan langkah perbaikan.
“Ambruknya ini sudah lebih dari 8 bulan sejak tahun lalu, dan sampai hari ini belum ada penanganan. Banyak yang datang kesini pakaiannya berseragam, mungkin aparat pemerintah, namun hanya foto-foto saja tanpa ada perbaikan secara langsung,” ujar salah seorang warga, Kamis, (25/6).
Baca juga: Persiapan BSI Explore 2026: Tim UBSI Kampus Tasikmalaya Tinjau Lokasi Pengabdian di Desa Salawu
Selain menghambat aktivitas pejalan kaki, kerusakan trotoar juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Jalur pemandu bagi penyandang tunanetra terputus akibat ambruknya trotoar sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kami sangat khawatir bagi para tunanetra. Beberapa waktu lalu pernah ada tunanetra yang hampir terjatuh ke lubang tersebut. Bahkan saat awal ambruk dulu, ada salah satu gerobak pedagang yang terjerumus masuk ke dalam. Kayaknya ini mah sudah rapuh karena kurang perawatan,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Heri Nugraha, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan untuk mengetahui penyebab kerusakan trotoar di Jalan Empang.
“Kejadian yang ada di Empang itu ada ambruknya titik trotoar. Dari hasil pengamatan di lapangan, itu mungkin ada beban terpusat di situ. Kedua, mungkin kondisi struktur trotoar yang cukup lama sehingga tidak mampu menahan beban, akhirnya terjadi ambruk di titik tersebut,” jelas Heri.
Menurut Heri, Dinas PUTR sebenarnya telah melakukan langkah awal sejak kerusakan pertama kali dilaporkan. Proses pengecekan lapangan dan penyusunan perencanaan rehabilitasi juga telah dilakukan sebagai dasar pelaksanaan perbaikan.
“Kami dari pihak dinas PUTR Kota Tasikmalaya sudah melakukan langkah di tahun kemarin. Juga sudah melakukan pengecekan ke lapangan serta melakukan design perencanaan. Dari hasil perencanaan, didapat kebutuhan rehab trotoar yang mengalami ambruk tersebut diperkirakan menelan biaya kurang lebih 400 juta rupiah,” terangnya.
Hasil perencanaan tersebut memperkirakan kebutuhan anggaran rehabilitasi mencapai sekitar Rp400 juta. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merealisasikan perbaikan agar fasilitas pejalan kaki kembali aman digunakan serta mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.



